Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur, Hari Dermanto, menekankan pentingnya peran media massa sebagai sarana utama dalam membentuk literasi masyarakat jelang Pemilu pada Februari 2024.
Dalam acara di Samarinda pada hari Rabu, Hari Dermanto mengungkapkan harapannya terhadap peran media dalam memberikan informasi yang jelas dan terpercaya kepada publik. Menyikapi tren berita palsu yang menjadi bagian dari politik, Bawaslu siap menjadi sumber informasi yang kredibel untuk menjelaskan proses pemilu yang akan datang.
Hari secara khusus mengapresiasi peran media dalam melaporkan perkembangan pemilu secara objektif dan seimbang. Namun, ia juga mengingatkan bahwa media memiliki tanggung jawab moral dan etis dalam memberikan informasi yang tidak hanya akurat, tetapi juga bermutu pendidikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Timnas AMIN: Jelang Pemilu 2024, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Tunjukkan Kombinasi Tokoh-Tokoh Berpengaruh
Menurutnya, menjelang Pemilu 2024, perlu ada perhatian khusus terhadap potensi penyebaran informasi yang salah, disinformasi, atau provokasi yang bisa mengganggu kualitas pemilu serta mengakibatkan perpecahan di masyarakat.
Bawaslu Kaltim telah melakukan upaya nyata untuk meningkatkan literasi pemilu di masyarakat. Sebanyak 355 kegiatan literasi pemilu telah diselenggarakan, melibatkan lebih dari 21.000 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
Hari Dermanto mendorong masyarakat untuk tidak secara buta menerima informasi yang diberikan, melainkan melakukan penelaahan terlebih dahulu sebelum menyebarkan atau menggunakan informasi tersebut.
Baca Juga: Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Laga Sengit Melawan Irak: Kesiapan Pasukan Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Bawaslu juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam mengawasi jalannya Pemilu, baik sebagai pengawas partisipatif maupun saksi. Hal ini diharapkan akan menghasilkan pemimpin yang dipilih dengan integritas, yang akan memegang tanggung jawab besar dalam menentukan arah nasib masyarakat.