Kaltim

Ketua BEM UI Mengaku Mendapat Ancaman, Tetap Berpegang pada Pemikiran Kritis

Ragil Anggriani | 10 November 2023, 18:19 WIB
Ketua BEM UI Mengaku Mendapat Ancaman, Tetap Berpegang pada Pemikiran Kritis

Depok, 10 November 2023 - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek Huang, dengan tegas mengungkapkan bahwa ia telah menerima sejumlah ancaman yang mengarah kepada tindakan intimidasi terhadap dirinya, bahkan hingga ke orang tua dan guru semasa SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Melki, yang dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritisi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batasan usia calon presiden dan wakil presiden, menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak akan membuatnya gentar.

"Ibu saya di rumah didatangi aparat keamanan dari TNI-Polri, yang menanyakan kepada ibu saya kapan Melki biasanya pulang ke rumah dan apa saja kegiatan yang Melki lakukan di rumah," ujar Melki saat diwawancarai di Lapangan Rotunda Kampus UI Depok, Jawa Barat.

Ancaman tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk guru-guru Melki di sekolah SMA. Bahkan, ponselnya juga telah beberapa kali ditelepon oleh aparat keamanan. Ancaman semakin meningkat menjelang dan setelah aksi protes terkait putusan MK yang diadakan oleh Mahasiswa dan aktivis.

Baca Juga: Jakarta International Stadium: Karya Anak Bangsa yang Mendapat Pujian Internasional

Meskipun mendapat ancaman yang jelas, Melki tetap berpegang pada pendiriannya dan meyakini bahwa semakin banyak ancaman yang dia terima, semakin yakin ia berada pada jalan yang benar. "Tapi tidak satu pun ancaman itu buat kita gentar. Artinya, semakin banyak ancaman yang kami terima, semakin yakin kami berada di jalan yang benar," tegasnya.

Ancaman intimidasi bukan hal baru bagi Melki. Ancaman tersebut telah muncul sejak awal tahun ketika ia menjadi Ketua BEM UI. Namun, semakin meningkat menjelang aksi penolakan putusan MK.

Melki juga menjadikan situasi ini sebagai refleksi tentang kualitas demokrasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa ancaman dan represi yang dialaminya adalah hal yang terjadi pada banyak orang yang memiliki pendapat kritis.

Baca Juga: Mengenang Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional, Pemerintah Kaltim Gelar Bisnis Matching E-Katalog

Ini bukan hanya tentang dirinya, melainkan juga mengenai teman-teman sesama mahasiswa dan aktivis yang berjuang untuk hak-hak mereka. Ia menyampaikan imbauan kepada semua yang memiliki pandangan kritis dan berani berbicara untuk tetap berhati-hati dalam kondisi ketika kebebasan berekspresi mengkhawatirkan.

"Ini bukan hanya tentang Melki, tapi banyak teman-teman BEM, teman-teman gerakan mahasiswa, dan teman-teman gerakan rakyat yang mengalami hal yang sama. Ini bukan hanya saya, melainkan artinya ada yang salah dalam konsep demokrasi hingga setiap orang yang memiliki pandangan kritis, setiap orang yang berbicara harus diintimidasi dan direpresi hingga sejauh ini," ujar Melki.

Pernyataan ini adalah panggilan kepada semua individu yang hari ini berani bersuara dan berpikir kritis, bahwa mereka tidak sendirian. Ini adalah panggilan untuk bersatu dan menjaga diri di tengah kondisi ketika kekuasaan dapat menjadi ancaman terhadap kebebasan berbicara dan berpendapat.

Baca Juga: 34 Peserta Sukses Menyelesaikan Kursus Pengelolaan Kwartir Pramuka Kaltimantan Timur

Ancaman terhadap Melki Sedek Huang adalah pengingat bahwa pentingnya kemerdekaan berekspresi dan hak untuk berpendapat, serta betapa berani dan kuatnya semangat yang diperlukan untuk melindunginya, bahkan di tengah tekanan dan intimidasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.