Kaltim

Perhatian Terhadap Peran Kelembagaan Petani

Ragil Anggriani | 9 November 2023, 18:12 WIB
Perhatian Terhadap Peran Kelembagaan Petani

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami perkembangan pesat dalam sektor perkebunan, menjadi potensi besar yang dapat dikembangkan melalui tiga pola pengembangan, yaitu perusahaan besar (pemerintah/swasta) dan perkebunan rakyat. Namun, beberapa tahun terakhir, pengembangan perkebunan rakyat di pedesaan menghadapi sejumlah kendala yang menjadi fokus perhatian bersama.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, salah satu permasalahan utama adalah peran kelembagaan petani yang belum berjalan aktif atau terlihat belum memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan petani. "Kelembagaan petani perlu menjadi perhatian bersama, baik itu di tingkat provinsi atau kabupaten, dalam pembinaan dan pendampingan petani atau kelembagaannya," ujar Muzakkir.

Pemerintah Kaltim memberikan dukungan nyata untuk meningkatkan peran petani melalui pembinaan dan pendampingan, dengan fokus pada kegiatan pelatihan. Pelatihan ini melibatkan beberapa kecamatan seperti Jempang, Damai, Barong Tongkok, Linggang Bigung, dan Nyuatan di Kabupaten Kutai Barat. Total 32 poktan/gapoktan menerima bantuan perluasan, intensifikasi, dan peremajaan tahun 2023.

Baca Juga: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim Selamatkan Naskah Kuno

Pelatihan ini dirancang untuk memberdayakan dan memperkuat kelembagaan petani, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan manajemen lembaga petani yang sebelumnya kurang aktif. Upaya ini diarahkan untuk mendukung produktivitas tanaman perkebunan dan mengangkat produktivitas petani.

"Keberhasilan pembangunan di sektor pertanian tidak terlepas dari peran penting Kelompok Tani di desa-desa. Kelompok Tani memiliki peran utama dalam kemajuan pertanian dan menjadi penggerak utama untuk mencapai tujuan ini," tambah Muzakkir.

Pentingnya peran petani secara kolektif dalam kelompok tani mencerminkan upaya untuk memperjuangkan hak bersama, berinteraksi, dan bernegosiasi dengan pihak luar. Dengan demikian, pembangunan sektor pertanian di Kaltim akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan, memenuhi kebutuhan lokal dan nasional, serta meningkatkan pendapatan petani.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.