Kaltim

Disdikbud Kaltim Mendesak Siswa untuk Menghindari Aksi Vandalisme

Ragil Anggriani | 7 November 2023, 08:40 WIB
Disdikbud Kaltim Mendesak Siswa untuk Menghindari Aksi Vandalisme

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) telah dengan tegas mengingatkan seluruh peserta didik di wilayah tersebut untuk menjauhi perilaku vandalisme. Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan, menjelaskan bahwa tindakan vandalisme sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Vandalisme merujuk pada tindakan merusak atau mencoret-coret fasilitas umum di ruang publik, dan dalam konteks ini, para siswa SMA dan SMK di Kaltim diimbau untuk tidak terlibat dalam tindakan destruktif tersebut.

Kurniawan menekankan pentingnya peran orangtua dan guru dalam mencegah perilaku vandalisme di kalangan siswa. Ia memandang bahwa orang-orang terpelajar dan terdidik seharusnya tidak terlibat dalam tindakan negatif seperti vandalisme.

"Sebagai orang terpelajar, saya mengimbau kepada para peserta didik agar tidak terlibat dalam tindakan vandalisme," ungkap Kurniawan.

Baca Juga: Warga Negara Filipina Lompat dari Kapal di Perairan Pulau Tias, Bulungan, Kaltara

Kurniawan menjelaskan bahwa orangtua dan guru harus membangun kedekatan dengan anak-anak mereka. Pasalnya, siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dan di rumah, dan melalui hubungan yang kuat antara siswa dan pendidik, tindakan vandalisme dapat dicegah.

Selain menghindari vandalisme, Kurniawan juga menyarankan agar siswa di sekolah memilih kegiatan yang positif, seperti mengembangkan minat dan bakat mereka. Kurniawan mengingatkan bahwa tindakan vandalisme memiliki banyak dampak negatif, termasuk kerusakan fasilitas umum seperti merusak rambu lalu lintas yang dapat mengganggu pengguna jalan.

"Menghancurkan karya seni atau merusak properti secara sengaja sangat merugikan," tambahnya.

Baca Juga: Polsek Muara Jawa Kutai Kartanegara Kaltim: Pengungkapan Cara Pengedar Narkoba Menyimpan Barang Bukti

Mengacu pada ilmu psikologi, Kurniawan menjelaskan bahwa tindakan vandalisme dapat berkaitan dengan gangguan perilaku yang dikenal sebagai conduct disorder. Ia berharap agar para siswa memahami sepenuhnya bahwa vandalisme adalah perilaku yang tidak dapat diterima.

"Pemerintah daerah berupaya untuk menciptakan kenyamanan dan keindahan dalam tata kota, seperti taman, objek wisata, halte, stadion, dan semuanya harus dijaga bersama agar masyarakat dapat menikmati fasilitas-fasilitas tersebut," tutup Kurniawan.

Pesan Disdikbud Kaltim ini mencerminkan upaya keras dalam mendorong perilaku positif dan menjaga fasilitas umum bagi kepentingan bersama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.