Kaltim

Pemprov Sumbar Belajar Program Penurunan Emisi Karbon dari Kaltim

Ragil Anggriani | 18 Oktober 2023, 05:44 WIB
Pemprov Sumbar Belajar Program Penurunan Emisi Karbon dari Kaltim

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mempelajari program penurunan emisi karbon yang telah sukses dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim. Kaltim telah berhasil dalam upaya penurunan emisi karbon dan bahkan menerima kompensasi dari Bank Dunia melalui program perdagangan karbon.

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, menyatakan bahwa kepemimpinan Kaltim dalam mendapatkan ratusan miliar rupiah dari perdagangan karbon menjadi inspirasi bagi Sumbar. Sumbar memiliki wilayah yang sebagian besar terdiri dari hutan, dan mereka ingin berkontribusi dalam upaya menjaga lingkungan serta menyediakan oksigen bagi Indonesia dan dunia.

Dalam kunjungan ke Kaltim, rombongan Pemprov Sumbar diterima oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Akmal Malik, serta jajaran Pemprov Kaltim. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Tepian I lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim.

Baca Juga: Peringatan Cuaca: Lima Kabupaten di Kaltim Diprakirakan Hujan Petir pada Rabu-Kamis

Audy mengungkapkan kondisi geografis Sumbar, di mana 55 persen wilayahnya adalah hutan, dan 85 persen dari nagari atau desa di Ranah Minang berada di kawasan hutan. Oleh karena itu, Sumbar ingin memahami lebih dalam tentang cara mendapatkan keuntungan dari perdagangan karbon, mengingat hampir seluruh daratan Sumbar adalah hutan. Mereka ingin belajar mulai dari penyusunan dokumen hingga implementasi program penurunan emisi karbon.

Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menjelaskan bahwa keberhasilan Kaltim dalam program penurunan emisi karbon dan mendapatkan kompensasi dari Bank Dunia tidak terlepas dari komitmen kuat para pemimpin, seperti Gubernur Awang Faroek Ishak dan Gubernur Isran Noor.

Ini adalah hasil dari perjuangan gubernur-gubernur sebelumnya, terutama Awang Faroek Ishak dan Isran Noor. Namun, proses ini memerlukan waktu dan konsistensi yang tinggi. Kaltim adalah provinsi pertama di Indonesia dan di Asia Pasifik yang berhasil melaksanakan program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF CF) untuk mengurangi emisi karbon akibat deforestasi, degradasi hutan, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan peningkatan stok karbon hutan.

Baca Juga: Hasyim Ajak Pranata Humas Kaltim Manfaatkan Simphoni Untuk Kemudahan dan Efisiensi

Akmal menekankan bahwa program penurunan emisi akan terus ditingkatkan untuk mendukung green economy dan transformasi ekonomi di Kaltim. Keberhasilan ini menunjukkan betapa pentingnya komitmen pemimpin daerah dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon.

Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi Sumbar untuk mengikuti jejak Kaltim dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta mendapatkan manfaat dari perdagangan karbon sebagai salah satu solusi dalam perubahan iklim global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.