Puluhan Ribu Penari, Rekor MURI, Hingga dihadiri Presiden RI: Festival Dahau ke-24 Kutai Barat

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang begitu mendalam, dan salah satu contohnya adalah Festival Dahau. Festival ini adalah wujud pelestarian tradisi tari Dahau yang telah ada selama ribuan tahun, dan menjadi salah satu warisan berharga dari suku Dayak di Kaltim. Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Kutai Barat, Festival Dahau tahun ini akan menjadi yang terbesar dan paling meriah sepanjang sejarah.
Bupati Kutai Barat, Fx Yapan, menyampaikan bahwa Festival Dahau adalah upaya penting dalam melestarikan budaya dan tradisi suku Dayak di Kaltim. Festival ini akan mencakup serangkaian kegiatan yang mencakup lomba tradisional, menampilkan kekayaan budaya nenek moyang, dan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak tentang warisan suku Dayak.
"Makna dari Festival Dahau ini juga adalah peringatan historis pendirian Kabupaten Kutai Barat. Selain itu, kami merayakan ulang tahun kami dengan penuh semangat. Kami menyelenggarakan Festival dengan berbagai acara yang meriah, termasuk expo yang bertujuan untuk mempromosikan pembangunan dan menghibur masyarakat Kutai Barat serta wisatawan lokal dan internasional," kata Bupati FX Yapan.
Baca Juga: Kesbangpol Kaltim Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Pemilih pada Pemilu dan Pilkada 2024
Festival Dahau ke-24 akan berlangsung selama sekitar 12 hari, dimulai dari 23 Oktober 2023 hingga 5 November 2023. Pariwisata adalah salah satu sektor yang menjadi fokus Kabupaten Kutai Barat dalam mempromosikan daerahnya, terutama mengingat kawasan Kutai Barat akan menjadi bagian penting dari Kawasan Ekonomi Khusus (IKN) Nusantara di Kaltim.
"Kesiapan Kutai Barat dalam berbagai sektor, terutama pariwisata, adalah kunci. Inilah yang akan membuat kunjungan wisatawan semakin menarik. Jika sektor pariwisata berkembang, ekonomi masyarakat juga akan ikut tumbuh," tambah Bupati.
Panitia pelaksana Festival Dahau ke-24 Kutai Barat terus mematangkan persiapan, dengan acara puncak yang akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Selain menyambut presiden, panitia Dahau juga berencana memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori "Orang Menggunakan Tas Tradisional Dayak Terbanyak" pada 5 November 2023.
Baca Juga: Pengelolaan CORPU untuk Pengembangan ASN di Kalimantan Timur: Langkah Konkrit BPSDM Kaltim
Semua masyarakat diundang untuk bergabung dalam perayaan ini, baik dengan berpartisipasi dalam tarian, berkompetisi dalam perlombaan, mengunjungi pameran budaya, atau bahkan berbelanja di Festival Tahunan ini. Festival Dahau akan memperkuat eksistensinya dan membawa warisan budaya suku Dayak ke tingkat yang lebih tinggi, dengan harapan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang dikenal secara nasional dan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









