Kaltim

Tekan Biaya Produksi, Disbun Kaltim Latih Petani Karet Membuat Latek Pembeku Karet Dari Bahan Alami

Ragil Anggriani | 12 Oktober 2023, 21:33 WIB
Tekan Biaya Produksi, Disbun Kaltim Latih Petani Karet Membuat Latek Pembeku Karet Dari Bahan Alami

Semakin meningkatnya permintaan pasar dunia dan domestik akan produk yang berasal dari komoditi perkebunan, terutama komoditas karet, menjadi peluang menjanjikan bagi petani karet di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Produk karet berkadar kering tinggi memiliki harga jual yang lebih baik daripada yang berkadar rendah dan basah. Untuk mendapatkan keuntungan dari pasar yang berpotensi, petani perlu memastikan mutu bahan olahan karet (BOKAR) mereka, dan inilah yang menjadi fokus dalam pelatihan pembuatan pembeku latek dengan menggunakan bahan Mikro Organisme Lokal (MOL).

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Ahmad Muzakkir, menyampaikan pentingnya meningkatkan mutu BOKAR sebagai langkah penting dalam memenangkan persaingan di pasar produk karet. Salah satu permasalahan umum dalam pengolahan BOKAR di Kaltim adalah kadar air yang masih tinggi, yang dapat mempengaruhi mutu produk karet.

Ada berbagai metode untuk membekukan lateks, namun penggunaan pupuk urea atau bahan tambahan seperti tetelan kayu pohon karet dapat mengurangi harga karet dan mutunya. Oleh karena itu, perlu ada standar yang jelas untuk mutu BOKAR, dan Pemerintah telah menerbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI) BOKAR yang mencakup kriteria seperti kadar karet kering, kebersihan, ketebalan, dan jenis koagulan. SNI BOKAR dapat menjadi pedoman bagi petani dan pengolah dalam memproduksi BOKAR yang berkualitas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kaltim Hari Ini, Kamis 15 Oktober 2023

Dalam upaya mengembangkan metode pembekuan latek alternatif, digunakan pembeku latek Mikroorganisme Lokal (MOL). Metode ini lebih terjangkau dan dapat diproduksi sendiri oleh petani. Pengujian pembekuan latek MOL pada BOKAR telah dilakukan dengan hasil yang positif. Kegiatan pelatihan ini bertujuan agar para petani dan kelompok UPPB dapat memahami dan menerapkan metode pembekuan latek MOL ini serta memproduksi BOKAR sesuai dengan SNI.

Kepala Dinas Perkebunan berpesan kepada petani dan kelompok UPPB untuk menjadikan pelatihan ini sebagai sumber pengetahuan dan mempraktikkannya dalam menghasilkan BOKAR berkualitas. Dengan BOKAR yang sesuai SNI, petani dapat memperoleh penghargaan dari perusahaan pembeli dengan harga yang baik.

Peningkatan kapasitas dalam menghasilkan produk berkualitas seperti BOKAR adalah langkah yang penting dalam memenuhi tuntutan pasar global yang semakin ketat. Semoga pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi petani karet di Kaltim dan membantu mereka mendapatkan nilai lebih dari usaha perkebunan mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.