Kaltim

Peningkatan Kapasitas Anggota Pokja Safeguard: Kunci Keberlanjutan FCPF-CF di Kaltim

Ragil Anggriani | 12 Oktober 2023, 21:26 WIB
Peningkatan Kapasitas Anggota Pokja Safeguard: Kunci Keberlanjutan FCPF-CF di Kaltim

Dalam rangka mendukung kelangsungan Program FCPF-CF (Forest Carbon Partnership Facility - Carbon Fund) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), langkah-langkah penting telah diambil untuk memperkuat kapasitas anggota Pokja Safeguard. Pokja Safeguard (Panitia Kelompok Kerja Safeguard) adalah kelompok kerja yang bertanggung jawab untuk memastikan perlindungan dan pemantauan ketat selama pelaksanaan program ini.

Salah satu langkah kunci yang diambil adalah melalui serangkaian pelatihan intensif. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam terhadap dokumen-dokumen yang harus dipatuhi sesuai dengan persyaratan ketat yang diberlakukan oleh World Bank. Dokumen-dokumen ini sangat penting sebagai bagian dari pelaporan pertanggungjawaban Pokja Safeguard.

Ali Suhardiman, seorang Tenaga Ahli dalam Pemantauan, Pencatatan, dan Pelaporan (MMR), menjelaskan bahwa dokumen-dokumen safeguard saling terkait dan berkontribusi satu sama lain. Oleh karena itu, setiap anggota Pokja Safeguard perlu memahami detail setiap dokumen, menerapkannya dengan cara yang praktis, dan memahami peran serta tanggung jawab mereka dalam implementasi efektif dokumen-dokumen tersebut.

Baca Juga: Pengetap BBM yang Mobilnya Terbakar di Palaran Mengaku Tak Tahu Aksinya Melanggar Hukum.

"Peningkatan kapasitas ini diharapkan akan meningkatkan kualitas pemantauan dan evaluasi safeguard, serta memperkuat upaya bersama dalam mencapai tujuan berkelanjutan dari program FCPF-CF di Provinsi Kaltim," ungkap Ali saat menyampaikan presentasi tentang pelaksanaan pemantauan dan evaluasi safeguard di Jasmine Meeting Room Aston Kuta Hotel & Residence pada Kamis (12/10).

Ali juga menyoroti fokus utama pertemuan tersebut, yang adalah mendiskusikan prinsip-prinsip utama, indikator safeguard, dan peran masing-masing anggota Pokja Safeguard dalam mengimplementasikan sistem ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ali menekankan pentingnya diskusi mendalam. Hal ini bertujuan agar seluruh anggota Pokja Safeguard memiliki pemahaman mendalam tentang ESMF (Environmental and Social Management Framework), IPPF (Indigenous Peoples Planning Framework), RPF (Resettlement Policy Framework), PF (Pestle Framework), dan FGRM (Forest Governance and Resource Management), sehingga mereka dapat bekerja secara sinergis.

Baca Juga: Terkendala Regulasi, Bantuan untuk Nelayan di Bontang Belum Maksimal

Kehadiran anggota Pokja Safeguard yang juga berasal dari Diskominfo Kaltim, yaitu Kepala Bidang IKP dan Kehumasan Irene Yuriantini serta Pranata Humas Ahli Muda Andi Abd Razaq, turut mendukung upaya ini.

Dengan meningkatnya kapasitas anggota Pokja Safeguard, diharapkan Program FCPF-CF dapat terus berjalan dengan baik, dan berkontribusi positif terhadap upaya pelestarian hutan dan lingkungan di Provinsi Kalimantan Timur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.