Kaltim

Transformasi Industri Sawit untuk Dukungan Petani Swadaya

Ragil Anggriani | 11 Oktober 2023, 20:31 WIB
Transformasi Industri Sawit untuk Dukungan Petani Swadaya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan kuat terhadap program hilirisasi minyak kelapa sawit sebagai bagian penting dalam pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan. Program hilirisasi ini diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan dari industri sawit, yang merupakan salah satu sektor unggulan bagi perekonomian Indonesia.

Kalimantan Timur memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan kelapa sawit, dengan luas areal yang mencapai sekitar 1.411.861 hektar pada tahun 2022. Areal ini terdiri dari perusahaan besar swasta sekitar 972.000 hektar dan perkebunan rakyat sekitar 373.000 hektar. Produksi tandan buah segar dari luasan tersebut mencapai sekitar 19,2 juta ton, setara dengan 3,8 juta ton minyak kelapa sawit (CPO).

"Dengan potensi yang dimiliki, peluang untuk mendirikan pabrik minyak goreng sawit, terutama dengan kaitannya dengan inovasi teknologi perkebunan kelapa sawit dan ketersediaan bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun rakyat yang dibangun secara swadaya oleh petani, sangat terbuka," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, saat Sosialisasi Pengembangan Industri Hilir Berbasis Kelapa Sawit di Hotel Harris.

Baca Juga: Menuju Pemerintahan Inklusif Dengan Dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pemerintah Provinsi telah mendukung program ini melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan luasan mencapai lebih kurang 12.472 hektar. Lokasi-lah yang tersebar di 7 Kabupaten/Kota, 31 kecamatan, 66 desa, dan melibatkan 206 kelompok tani dan 8.076 kepala keluarga.

Berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mendorong percepatan hilirisasi industri sawit nasional. Salah satunya adalah memberi kesempatan kepada koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berperan dalam pembangunan pabrik minyak goreng sawit skala kecil (Pamigo).

Keberadaan Pamigo ini merupakan solusi terhadap masalah harga dan penyerapan TBS dari petani swadaya yang lokasinya cukup jauh dari pabrik. Pamigo memberikan alternatif kepada petani untuk menjual TBS dengan masa simpan yang singkat.

Baca Juga: Aplikasi Wakaf Elektronik untuk Kemudahan dan Kebaikan.

Beberapa daerah, terutama di Pulau Sumatera, telah membangun Pamigo dengan berbagai pola pembangunan dan investasi. Sumber pembiayaan mencakup program pemerintah, dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), serta dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dengan adanya Pamigo, petani swadaya yang lokasinya jauh dari pabrik dapat lebih mudah menjual TBS mereka, sehingga masa simpannya dapat diperpanjang. Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan kepada peserta tentang kebijakan dan program yang mendukung pengembangan industri hilir kelapa sawit, khususnya pembangunan pabrik minyak goreng kelapa sawit (Pamigo).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.