Kaltim

Bulog Samarinda Salurkan 3,2 Juta Ton Beras Medium untuk Menjaga Inflasi

Ragil Anggriani | 9 Oktober 2023, 05:26 WIB
Bulog Samarinda Salurkan 3,2 Juta Ton Beras Medium untuk Menjaga Inflasi

Perusahaan Umum (Perum) Bulog Cabang Samarinda, Kalimantan Timur, telah berhasil menyalurkan sebanyak 3,2 juta ton beras medium kepada mitra dagang sejak Januari hingga 5 Oktober 2023. Upaya ini dilakukan untuk menjaga inflasi agar tetap terkendali.

"Sejak Januari, kami telah menyalurkan beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berupa beras medium guna menstabilkan harga beras di tingkat pasar," kata Kepala Perum Bulog Cabang Samarinda, Maradona Singal, di Samarinda, Sabtu.

Jumlah 3,2 juta ton ini terbagi dalam beberapa bulan, dengan rincian sebagai berikut: Januari (509.595 ton), Februari (633.324 ton), Maret (810.075 ton), April (64.500 ton), Mei (42.850 ton), Juni (36.025 ton), Juli (246.425 ton), Agustus (566.690 ton), September (232.835 ton), dan hingga 5 Oktober (63.780 ton).

Baca Juga: Persiba Balikpapan Raih Kemenangan Dramatis atas Kalteng Putra

Beras medium yang didistribusikan kepada mitra dagang memiliki harga yang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp10.250 per kilogram (kg). Mitra dagang yang menerima distribusi ini diimbau untuk menjual dengan harga sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium sebesar Rp11.500 per kg. Adapun harga beras premium mengikuti mekanisme pasar berdasarkan penetapan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sesuai dengan Nomor 187 tanggal 29 Agustus 2023.

Program SPHP adalah salah satu inisiatif pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan tingkat inflasi. Maradona Singal menjelaskan bahwa meskipun harga beras cenderung naik, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar. Namun, program SPHP sangat penting untuk mengendalikan kenaikan harga beras agar tidak melonjak terlalu tinggi.

Baca Juga: 52 Pokdarwis di Kutai Kartanegara, Kaltim Berpotensi Membangkitkan Pariwisata.

Penyaluran beras melalui program SPHP merupakan bagian dari tugas pemerintah pusat yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional. Beras yang didistribusikan adalah beras medium dengan harga yang lebih terjangkau daripada harga pasar.

"Pendistribusian beras dari program SPHP dapat dilakukan langsung ke konsumen atau masyarakat, atau melalui mitra seperti pedagang di pasar tradisional," tambah Maradona.

Upaya Bulog Samarinda dalam menjaga stabilitas harga beras dan mengendalikan inflasi diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dalam menjaga daya beli dan ketersediaan bahan makanan pokok yang terjangkau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.