Perhubungan Samarinda Akan Siapkan Fasilitas untuk Disabilitas dan Wisatawan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda telah mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan aksesibilitas dan fasilitas bagi masyarakat penyandang disabilitas dan wisatawan di Kota Tepian. Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan komitmen mereka dalam menyediakan fasilitas yang nyaman dan inklusif.
Manalu menyatakan, "Kami telah melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di trotoar, khususnya yang mengganggu fasilitas disabilitas." Ia juga mengajukan permintaan kepada Dinas PUPR Kota Samarinda untuk memeriksa perijinan tempat usaha di pinggir jalan dan memastikan ketersediaan tempat parkir yang memadai.
Selain itu, Dishub Samarinda telah menginspeksi gedung parkir di Big Mall untuk fasilitas disabilitas. Manalu menyampaikan, "Kita lihat ada marka khusus untuk disabilitas di gedung parkir itu. Tapi itu kan ranah PUPR juga, karena mereka yang mengurus perijinan bangunan. Kalau Dishub kan fokus di jalan lalu lintas saja."
Baca Juga: Begini Strategi Presiden Jokowi Bagi ASN untuk Pindah ke IKN
Dishub Samarinda juga berencana mewajibkan setiap tempat umum, seperti mal, pasar, rumah sakit, dan lainnya, untuk menyediakan parkir khusus bagi disabilitas. Manalu menegaskan bahwa aturan ini akan diberlakukan, dan jika tidak dipatuhi, akan dikenakan sanksi.
Selain upaya untuk disabilitas, Dishub Samarinda juga merencanakan pembangunan dermaga di Samarinda Seberang untuk mendukung pariwisata. Dermaga ini akan menjadi akses bagi wisatawan yang ingin mengunjungi tiga desa wisata, yaitu Kampung Tenun, Kampung Ketupat, dan Masjid Tua.
Manalu mengungkapkan target selesai pembangunan dermaga pada tahun 2024. Namun, ada beberapa kendala yang perlu diatasi, seperti survei kedalaman sungai dan pembebasan lahan. Survei kedalaman sungai membutuhkan waktu yang cukup lama, dan terkait pembebasan lahan, pihaknya meminta Dinas PUPR Kota Samarinda untuk membantu.
Terakhir, Manalu menginformasikan bahwa telah ada permintaan untuk fasilitas di Bandara APT Pranoto, termasuk eskalator dan lift untuk disabilitas. Kementerian Perhubungan telah memodifikasi sebagian fasilitas tersebut, dan koordinasi terus berlanjut untuk memperbaiki fasilitas lainnya.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Dishub Samarinda dalam meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas bagi semua warga, termasuk masyarakat penyandang disabilitas dan wisatawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









