Kaltim

Perumda Tirta Kandilo Paser mendapat ancaman Kekurangan Bahan Baku Air Bersih .

Ragil Anggriani | 23 Agustus 2023, 22:26 WIB
Perumda Tirta Kandilo Paser mendapat ancaman Kekurangan Bahan Baku Air Bersih .

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kandilo Paser, Suryanto Agus Tono, mengakui musim kemarau tahun 2023 berdampak pada berkurangnya pasokan bahan baku air bersih bagi perusahaan.

“Pasokan berkurang akibat berkurangnya volume air baku yang masuk ke prasedimentasi Perumda di Sangkuriman,” kata Suryanto di Tanah Grogot, Paser, Rabu (23/8).

Suryanto menyebutkan, berkurangnya bahan baku berdampak pada distribusi air ke pelanggan. Menurut Suryanto, Perumda telah menyediakan pompa air untuk mengalirkan air sungai ke kawasan prasedimentasi dengan kapasitas hingga 300 liter per detik.

“Setelah itu air dipompa ke instalasi pengelolaan air milik perusahaan di Tepian Batang,” ujarnya.

Baca Juga: Optimisme Isran dalam menurunkan Angka kemiskinan di Kaltim sesaat peresmian RLH.

Perumda Tirta Kandilo juga telah menggali secara manual area pra-sedimentasi untuk menghilangkan lumpur yang mengendap.

“Hal ini dilakukan agar air dari sungai bisa masuk saat air pasang. Saat air surut, air tidak bisa masuk,” ujarnya.

Saat ini ketinggian air permukaan hanya sekitar 2 meter, sedangkan saat musim hujan mencapai 3,54 meter.

Baca Juga: Cuaca badai disertai petir dan kilat diperkirakan akan menghantui Kalimantan Timur pada Kamis dan Jumat.

Berkurangnya pasokan air tidak hanya terjadi di ibu kota Kabupaten Paser, Kecamatan Tanah Grogot, tetapi juga di wilayah lain seperti Kecamatan Batu Engau, Kuaro, dan Long Ikis. Kelangkaan bahan baku air bersih yang dihadapi Perumda Tirta Kandilo Paser menjadi kekhawatiran besar bagi perusahaan dan masyarakat yang dilayaninya.

Dengan musim kemarau yang berdampak pada volume air baku yang masuk ke area pra-sedimentasi, kemampuan perusahaan untuk menyediakan pasokan air secara konsisten kepada pelanggan menjadi terganggu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Perumda telah melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memasang pompa air untuk menjamin aliran air sungai yang terus mengalir ke area pra-sedimentasi.

Hal ini telah meningkatkan kapasitas pasokan air secara signifikan sehingga memungkinkan perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggannya. Selain itu, perusahaan telah melakukan pengerukan secara manual di area pra-sedimentasi untuk menghilangkan lumpur yang mengendap, sehingga memastikan air dari sungai dapat masuk saat air pasang.

Baca Juga: Industri Hulu Migas selalu berkontribusi bagi Negara Republik Indonesia.

Namun, meskipun ada upaya-upaya yang dilakukan, ketinggian air saat ini masih hanya 2 meter, jauh lebih rendah dibandingkan 3,54 meter pada musim hujan. Hal ini menyoroti parahnya masalah kekurangan air yang dihadapi perusahaan selama musim kemarau.

Kelangkaan bahan baku air bersih tidak hanya berdampak pada ibu kota Kabupaten Paser saja, namun juga wilayah lain di wilayah tersebut. Masyarakat di Batu Engau, Kuaro, dan Long Ikis juga mengalami berkurangnya pasokan air karena alasan yang sama.

Dampak dari kekurangan ini dirasakan oleh pelanggan residensial dan komersial. Tanpa pasokan air bersih yang konsisten, rumah tangga terpaksa mencari sumber air alternatif atau membatasi penggunaan air, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan potensi risiko kesehatan. Demikian pula, dunia usaha yang mengandalkan pasokan air yang cukup untuk operasionalnya mungkin akan menghadapi gangguan, sehingga berdampak pada produktivitas dan profitabilitasnya.

Baca Juga: Ada 11 cara untuk mendapatkan uang di Tiktok (Cocok untuk pemula)

Perumda Tirta Kandilo menyadari pentingnya penyelesaian masalah ini untuk menjamin kesejahteraan dan kepuasan pelanggannya. Perusahaan berkomitmen untuk menerapkan strategi dan langkah lebih lanjut untuk memitigasi dampak kekurangan air, yang bertujuan untuk menyediakan pasokan air yang andal dan tidak terputus. Ke depan, sangat penting bagi Perumda Tirta Kandilo Paser untuk bekerja sama dengan otoritas dan pemangku kepentingan terkait untuk menemukan solusi jangka panjang terhadap masalah kekurangan air.

Hal ini mungkin melibatkan eksplorasi sumber air alternatif, seperti air tanah atau air permukaan dari sungai terdekat lainnya. Selain itu, penerapan inisiatif konservasi air dan mendidik masyarakat tentang penggunaan air yang bertanggung jawab dapat berkontribusi terhadap pengelolaan air berkelanjutan dan menjamin ketersediaan air bersih untuk generasi mendatang.

Kesimpulannya, kekurangan bahan baku air bersih yang dihadapi Perumda Tirta Kandilo Paser merupakan permasalahan mendesak yang memerlukan perhatian dan tindakan segera. Dengan menerapkan berbagai langkah dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait, perusahaan dapat mengatasi tantangan ini dan terus memenuhi misinya dalam memberikan pasokan air yang konsisten dan andal kepada pelanggannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.