Pelototin Begal, Pemkot Balikpapan Segera Perluas Cakupan CCTV

AKURAT KALTIM - Sebagai langkah taktis mengantisipasi potensi aksi pembegalan dan kriminalitas jalanan, Pemerintah Kota Balikpapan segera memperluas jaringan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) hingga ke kawasan pemukiman warga.
"Insyaallah tahun ini akan dipasang CCTV di berbagai titik di Kota Balikpapan, termasuk gang-gang. Fungsinya untuk membantu deteksi jika terjadi tindak kejahatan," ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud di Balikpapan, Rabu (20/5/2026).
Rahmad menjelaskan, keberadaan CCTV tersebut nantinya dapat membantu aparat kepolisian dalam proses pelacakan dan pengumpulan bukti apabila terjadi insiden kriminal.
Baca Juga: Kaltim dan Kementerian Gercep Bangun Sampah Jadi Listrik di Balikpapan-Samarinda
Menurutnya, selain memperkuat sistem pembuktian, pengawasan berbasis teknologi ini juga diharapkan mampu memberikan efek pencegahan terhadap potensi niat kejahatan di lingkungan warga.
Pemasangan kamera pengawas tersebut, kata Rahmad diprioritaskan secara bertahap pada titik-titik yang dinilai rawan dan minim aktivitas masyarakat pada malam hari.
"Prioritasnya daerah yang sepi dulu. Yang penting masyarakat tetap waspada dan menjaga diri saat beraktivitas malam," lanjut Rahmad.
Baca Juga: Waspada Hujan Ringan! Ini Prakiraan Cuaca Kaltim Hari Ini: Samarinda, Balikpapan, IKN dan Sekitarnya
Sementara itu, terkait maraknya informasi di media sosial, Rahmad menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap riak kriminalitas yang muncul.
Kendati demikian, ia meminta masyarakat untuk bijak dan tidak langsung menggeneralisasi kondisi keamanan kota secara keseluruhan.
"Jangan sampai diopinikan banyak begal. Ini memang ada kejadian, dan sudah kita koordinasikan dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan," tegasnya.
Menurut dia, beberapa kasus kejahatan umumnya terjadi di lokasi yang sepi meskipun fasilitas penerangan jalan umum sebenarnya sudah memadai.
Oleh karena itu, ia mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati, terutama saat terpaksa melintas pada jam-jam larut malam.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak bepergian seorang diri ke luar rumah jika tidak ada keperluan yang bersifat mendesak.Aktivitas pada malam hari sebaiknya dilakukan bersama teman atau kerabat guna mengurangi risiko menjadi sasaran kejahatan jalanan.
"Kalau bisa jangan sendiri, minimal berdua atau bertiga. Kalau tidak terlalu penting, lebih baik ditunda," tutur Rahmad Mas'ud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









