Kaltim

Seperempat Abad Bermusik, Rindra Padi Reborn Mengaku Mau Syiar Lewat Musik

Arixc Ardana | 30 Mei 2023, 21:21 WIB
Seperempat Abad Bermusik, Rindra Padi Reborn Mengaku Mau Syiar Lewat Musik

AKURAT.CO  Hampir seperempat abad grup Padi sudah eksis di permusikan tanah air dan bertransformasi menjadi Padi Reborn. Rindra Risyanto Noor, sang bassis masih konsisten memainkan petikan bass, bersama grup band yang membesarkan namanya itu.

Semula Rindra tak pernah benar-benar bercita-cita menjadi seorang musisi profesional. Berlatar belakang sebagai mahasiswa Sarjana Hukum Universitas Airlangga Surabaya, bermusik baginya cuma sekedar hobi semasa kuliah.

"Musik itu sekedar hobi saja, waktu kuliah tetapi memang cukup aktif bermusik di band kampus. Akhirnya bikin Padi di 1997, sampai sekarang," katanya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (29/5/2023).

Baca Juga: Pelajari tentang kain Batik khas Kalimantan Timur.

Orang tua Rindra, khususnya sang ayah, memang mendukung penuh karir dan keputusan putranya berkecimpung penuh sebagai seorang musisi daripada menjadi seorang notaris. Ya, pada saat itu Rindra sedang menggeluti ilmu notaris. Di masa itu Padi sedang naik daun. Tawaran membuat album hingga konser selalu datang. Meski demikian studi tetap harus purna.

Usai menyelesaikan pendidikan notaris, ia tetap memilih untuk berkarir sebagai musisi dengan berbekal dukungan penuh dari orang tua dan keluarga. Sebab, ternyata, kakek Rindra juga merupakan seorang seniman tradisional asal Kalimantan Timur. Sehingga, keluarganya pun tidak memberatkan pilihan Rindra untuk menjadi seorang musisi dan berkarir di bidang seni musik.

Puluhan tahun berkarya, pria kelahiran Balikpapan ini menilai ada perbedaan yang signifikan dalam industri musik sejak era 1990-an hingga sekarang. Khususnya dalam segi teknis produksi dan juga promosi.

Baca Juga: Harga BBM terkini per 1 Oktober 2023 di Kaltim tanpa subsidi semakin mahal.

"Penggunaan teknologi, dulu digital belum ada, metode rekaman juga masih menggunakan analog dan lebih sulit. Pakai pita (kaset), jadi kalau salah ya harus diulang dari awal. Sekarang lebih mudah, bisa dipotong dan diedit," lanjutnya.

Di sisi lain, metode promosi yang dilakukan juga sangat berbeda. Radio dan televisi menjadi cara yang efektif dalam mempromosikan karyanya, khususnya di era dimana saat itu musik grunge juga tengah naik daun. Sementara itu, di era digital seperti saat ini, promosi karya lebih mudah dilakukan melalui media sosial maupun platform-platform musik lainnya.

Genre musik juga bervariasi. Bahkan ada genre Electronic Dance Music (EDM) yang dulunya tidak ada katanya. Saat ini, Rindra menetap di kota kelahirannya. Bersama istri dan anak keduanya yang juga tengah menempuh pendidikan di SMAN 1 Balikpapan.

"Dulu sempat di Jakarta dari tahun 2000 sampai 2013, waktu itu orang tua lagi sakit, jadi pengen merawat orang tua juga. Tetapi, memang lebih nyaman di Balikpapan," tutur pria kelahiran Desember 1972 tersebut.

Baca Juga: Polresta Samarinda menangkap ayah dan anak tirinya usai melakukan penikaman.

Di samping bermusik, kini Rindra bersama Fadly dan Yoyok (sama-sama personel Padi Reborn) mencoba peruntungan di dunia bisnis. Di lubuk hati terdalam, ia masih ingin bermusik, menelurkan karya bersama Padi Reborn. Meski ia sadar kini intensitasnya juga mulai berkurang dibandingkan ketika awal-awal kelahiran Padi. Dan usia yang tak lagi muda. Karena itu orientasinya saat ini juga bertambah yakni ingin menyiarkan pesan-pesan kebaikan agama kepada khalayak.

"Musik itu kan bisa memberikan pesan positif di dalamnya, kebetulan saya juga sempat bikin projek religi sama Fadly," sambung Rindra.

Di tengah banyaknya musisi yang terjun ke dunia politik, Rindra mengaku tidak tertarik. Ia merasa tidak cukup kompeten untuk menjadi seorang politisi. Pernah memang dirinya ditawar masuk ke salah satu partai karena berbekal ketenarannya. Tapi ia tegas menolak. Kendati begitu, ia mendukung keputusan para musisi yang beralih profesi menjadi politisi tersebut. Apalagi jika memang visi dan misinya dinilai baik untuk masyarakat.

Baca Juga: Sri Wahyuni ​​mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan Pancasila.

Kini sudah seperempat abad ia jalani sebagai musisi. Asam garam, pahit getirnya dunia industri musik sudah ia enyam. Pesannya kepada para generasi muda Cuma satu. Terus berkarya.  Sebab karya merupakan warisan yang sifatnya abadi. Sebab, karya itu pasti akan menemukan jalannya untuk dapat dikenal secara luas. Meski pun nanti akan mengendap, namun di kemudian hari akan dikenang lagi di momen yang tak terduga.

“Anggap saja having fun (bersenang-senang)," sebutnya.

Rindra mengambil contoh sebuah lagu dari Mbah Surip yang berjudul Tak Gendong. Lagu tersebut dapat dikenal masyarakat luas setelah beberapa tahun dirilis. Dengan syarat dikemas melalui kualitas yang bagus. Disinggung mengenai banyaknya musisi muda yang lahir dengan genre beragam, baginay itu bukan ancaman bagi Padi Reborn. Justru membuat industri musik di Tanah Air menjadi lebih berwarna.

Baca Juga: Menteri Dalam Negeri menunjuk Akmal Malik sebagai PJ Gubernur Kalimantan Timur.

"Banyak generasi dan genre baru yang lahir selama Padi berkarya juga, tapi ternyata ada juga muda-mudi yang lebih muda dari anak saya dan tahu lagu-lagu kami," ucapnya bangga.

Ke depannya, Rindra berharap industri musik di Indonesia dapat lebih bersaing dan menunjukkan kualitasnya. Pasalnya, produksi musik saat ini bisa dilakukan dengan sangat mudah.

"Saya inginnya (industri musik) bisa lebih maju, jangan malah turun. Karena, memang bikin musik ini kan sekarang lebih mudah, kualitasnya juga harus bisa meningkat," pungkas Rindra.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Arixc Ardana
Reporter
Arixc Ardana
B
Editor
Bahar