Ngobrol Bareng Icha Jikustik: Dari Musisi Menuju Politisi

AKURAT.CO Generasi 90-2000an pasti tidak asing dengan Aji Mohammad Mirza Ferdinand Hakim, atau yang lebih dikenal sebagai Icha Jikustik. Namun, di tengah perjalanan, Icha memilih bantin setir menjadi politisi. Kok bisa?
Icha mengawali hobi bermusik sejak duduk di bangku sekolah, tepatnya saat membentuk grup band di SMAN 5 Samarinda sekitar 1992-1993. Di masa-masa itu dirinya kerap kali mengikuti festival band se-Kaltim dan Kalsel. Sampai kemudian hobi bermusiknya membawanya terbang ke Kota Yogyakarta. Di kota pelajar ini, Icha bertemu dengan Dandi. Pertemuan keduanya ini akhirnya membuat mereka bergabung dalam grup band Jikustik pada tahun 1997. Di sini nasib manis menghampiri mereka. Album-album Jikustik meledak.
Tapi sebelum bergabung dengan Jikustik, Icha sempat bermain dalam band Dizzy bersama Adhit `Jikustik` dan Eross `Sheila on 7`. Kelompok musik mereka sering tampil di acara sekolah dan kampus. Setelah resmi gabung bersama Jikustik, Icha dipercaya sebagai pembetot bass. Bersama Pongki, Icha merupakan anggota yang cukup aktif menciptakan lagu. Tidak hanya untuk grup mereka sendiri, mereka juga menciptakan lagu untuk penyanyi lain dan banyak yang akhirnya menjadi hits. “Bahkan penyanyi Malaysia, Sheila Madjid menyanyikan lagu ciptaan saya berjudul Cobalah Bertahan,” kenang Icha.
Baca Juga: Pelajari tentang kain Batik khas Kalimantan Timur.
Sempat keluar Jikustik dan aktif bersosial
Tahun 2012 Icha sempat keluar dari grup Band Jikustik. Hal itu dilakukannya lantaran ada ketidakcocokan dengan personel karena perbedaan ide kretif, namun itu hanya sebatas perbedaan pemikiran saja. Perbedaan itu tidak mempengaruhi ikatan persahabatan yang puluhan tahun mereka jalin.
Lepas dari Jikustik, Icha balik kampung pulang ke Samarinda. Di Kota Tepian dirinya banyak mengisi waktu-waktu dengan kegiatan positif, yang ia nilai bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltim.
“Sebenarnya kegiatan sosial itu sudah aktif waktu masih aktif di Jikustik,” tutur pria kelahiran Samarinda, 9 Oktober 1976 itu.
Pada saat itu Icha bareng Sakti Sheila on 7 mendirikan Yayasan Raudhatul Firdaus. Bahkan sempat membuat album yang royaltinya diperuntukkan bagi penghidupan anak-anak jalanan. Selain itu, ia bersama kerabatnya Yayan, mendirikan Barisan Putra Kalimantan.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi X DPR RI menekankan perlunya menghindari perundungan di sekolah.
Terjun ke dunia Politik
Empat tahun yang lalu, pada 2019, dirinya sempat digadang-gadang dalam bursa calon Wali Kota Samarinda, di mana banyak kolega, sahabat dan simpatisan yang mendukungnya.
Namun karena masih belum memiliki minat untuk berkontestasi, niat itu urung. Keputusan tersebut diambil usai beristikharah. Saat ini ia bergabung sebagai kader Partai Demokrat karena diajak oleh sahabatnya di Tenggarong, yang tiada lain Ketua DPC Demokrat Kutai Kartanegara, Awang Firman. Ajakan itu dikuatkan lagi oleh Ketua DPD Demokrat Kaltim Irwan Fecho.
Di Demokrat, Icha meyakinkan diri maju sebagai Bacaleg DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim). Keputusan itu diambil usai beristikharah lagi beserta restu dari keluarga. Hal yang akan dia perjuangkan jika terpilih sebagai DPR RI adalah memberikan kepastian hukum kepada musisi dan pelaku seni lokal.
Icha sampaikan banyak anggota dewan yang belum paham dalam memperjuangkan pengmebangan industri musik, ekonomi kreatif dan budaya.
“Yang seharusnya dibenahin regulasinya.”
Karena beberapa kali dirinya menjelaskan bersama beberapa anggota dewan terkait hal royalti, hak kekayaan intelektual terkait hiburan dan lainnya, ternyata Cuma sedikit yang mengerti.
“Itulah latar belakang saya terjun ke dunia politik dan ikut mencalonkan diri menuju ke Senayan,” tegasnya.
Baca Juga: Mengulur Naga Tandai Puncak Pesta Erau Adat Pelas Benua 2023.
Harapan untuk Pelaku Kreatif Kaltim
Saat ini, Icha dipercaya sebagai Wakil Ketua II Perkumpulan Para Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) Wilayah Kaltim, yang diketuai oleh Rusmadi Wongso (Wawali Samarinda) dan Wakil Ketua I Anwar Sanusi.
Selain PAPPRI, dirinya jua diamanahkan sebagai Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) Kaltim, besutan Sandiaga Uno. Melalui Gekraf, ia bergrakk dari kampus ke kampus, mau pun sekolah ke sekolah, dengan tajuk kegiatan Gekraf Goes to Campus dan Gekraf Goes to School.
Dua organisasi tersebut yang menguatkan dirinya untuk semakin bersemangat memperjuangkan para pelaki ekonomi kreatif, yang sampai saat ini belum dirasa sebagai industri yang menghidupi. Dirinya menginginkan adanya royaalti Ats setiaap karya yang dipakai. Demikian juga musisi yang menciptakan lagu-lagu daerah, sepanjang itu dinyanyikan oleh orang lain secaraa komersial, semestinya ada persenan fee yang diberikan kepada sang pencipta lagu.
Icha pun sempat merintis pelatihan bermusik untuk warga lokal, namun tidak berjalan lancar sampai hari ini karena kesibukan band pada saat itu. Ditambah seabrek kegiaatan sosial yang menjadi perhatian besarnya.
Berikut hasil karya musik dirinya maupun juga bersama Jikustik:
Baca Juga: Final Seleksi Duta Pariwisata dan Perempuan Kaltim 2023.
Jikustik
- Seribu Tahun (2000)
- Seribu Tahun - Repackaged (2001)
- Perjalanan Panjang (2002)
- Sepanjang Musim (2003)
- Pagi (2004)
- Kumpulan Terbaik (2005)
- Siang (2006)
- Malam (2008)
- Kembali Indah (2011)
Solo
- Jauh Di Sana (2005)
- AnugerahMu (2008) - bersama artis lainnya.
- Bintang Yang Bersinar (2010)
Hits
- Jangan Pernah Kau Layu (2001) - dinyanyikan oleh Jikustik
- Tak Pantas Untukmu (2003) - dinyanyikan oleh Jikustik
- Lanjutkan Hidupmu (2006) - dinyanyikan oleh Jikustik
- Dia Harus Tahu (2008) - dinyanyikan oleh Jikustik
- Mengenangmu (2004) - dinyanyikan oleh Krisdayanti
- Memang Terasa Berat (2004) - dinyanyikan oleh Krisdayanti
- Aku Bukan Untukmu - dinyanyikan oleh Rossa
- Tak Sanggup Lagi - dinyanyikan oleh Rossa
- Tega - dinyanyikan oleh Rossa
- Aku Tak Mau Sendiri - dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari
- Cobalah Bertahan - dinyanyikan oleh Sheila Madjid
- Adilkah Ini - dinyanyikan oleh 3 DIVA
- Dari Bumi Untuk Langit - dinyanyikan oleh Aji Mirza Hakim
- Ku Bisa Saja - dinyanyikan oleh Aji Mirza Hakim
- Bila Tak Ada Hari Esok - dinyanyikan oleh Aji Mirza Hakim (feat. Ajeng)
- Terimalah Maafku - dinyanyikan oleh Aji Mirza Hakim
- Adilkah ini Untukku - dinyanyikan oleh 3 Diva
- Ina - dinyanyikan oleh Bensaia
- Pesan nabi - dinyanyikan oleh Icha
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










