Kaltim

TikTok Shop Ditutup, Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kompetitor Online Shop?

Ragil Anggriani | 3 Oktober 2023, 22:04 WIB
TikTok Shop Ditutup, Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kompetitor Online Shop?

Penggunaan media sosial sebagai platform berjualan telah menjadi tren yang populer dalam beberapa tahun terakhir. TikTok, salah satu platform media sosial yang paling populer, juga menjadi tuan rumah bagi bisnis online yang dikenal sebagai TikTok Shop. Namun, baru-baru ini pemerintah Indonesia menerbitkan regulasi yang melarang media sosial berjualan, termasuk TikTok Shop. Bagaimana pengaruhnya terhadap kompetitor online shop dan industri e-commerce secara keseluruhan?

TikTok Shop: Sebuah Tren Berjualan yang Membubung

Sebelumnya, TikTok adalah platform media sosial yang murni digunakan untuk berbagi video pendek dan hiburan. Namun, dengan adanya TikTok Shop, platform ini bertransformasi menjadi ruang perdagangan online yang ramai. Banyak pengguna TikTok yang mulai menjual produk-produk mereka melalui video pendek, dan hal ini mempengaruhi pasar tradisional seperti Tanah Abang yang mengalami penurunan peminat.

Baca Juga: Sepuluh Cara Tidur Nyaman Tanpa Dibayangi Dengan Urusan Dunia.

Social Commerce sebagai Solusi bagi UMKM

Juru bicara TikTok Indonesia menyatakan bahwa TikTok Shop sebenarnya adalah solusi untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkembang. Melalui social commerce, UMKM dapat meningkatkan kunjungan ke toko online mereka, terutama ketika mereka bermitra dengan kreator lokal di platform ini. Namun, ada juga spekulasi bahwa larangan TikTok Shop tidak hanya berkaitan dengan kondisi pedagang tradisional, melainkan juga merupakan hasil dari persaingan ketat antara toko online di Indonesia.

Pengaruh Terhadap Saham Kompetitor Online Shop

Sejalan dengan pengumuman regulasi baru ini, pasar saham beberapa perusahaan e-commerce mengalami perubahan yang signifikan:

1. Shopee (Sea Limited)

Saham perusahaan induk Shopee, Sea Limited (NYSE: SE), mengalami kenaikan signifikan, yaitu sebesar 17,53 persen dalam lima hari terakhir. Beberapa media melaporkan bahwa regulasi baru tentang belanja online di Indonesia menjadi faktor utama dalam kenaikan harga saham Sea Ltd.

2. GoTo (Gojek Tokopedia)

Saham e-commerce GoTo mengalami penurunan sebesar 3,41 persen dalam lima hari terakhir. Dalam kondisi ini, saham perusahaan ini tidak seberuntung saham Shopee.

Baca Juga: Begini Strategi Presiden Jokowi Bagi ASN untuk Pindah ke IKN

3. Bukalapak

Saham e-commerce Bukalapak juga mengalami penurunan, dengan harga saham turun sebesar 5,36 persen dalam lima hari terakhir.

Meskipun TikTok Shop telah dilarang beroperasi di Indonesia, CEO TikTok, Shou Zi Chew, menyatakan bahwa mereka menerima regulasi baru ini dan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia. Sebelumnya, TikTok berencana menggelontorkan investasi senilai USD 10 miliar ke Indonesia.

Baca Juga: Penemuan Cadangan Gas Raksasa di Kaltim : Potensi Besar untuk Industri Hulu Migas Indonesia

Sementara beberapa kompetitor mengalami perubahan harga saham yang signifikan, dampak dari larangan TikTok Shop masih akan terus diamati dalam jangka panjang. Industri e-commerce di Indonesia tetap menjadi arena persaingan yang sengit, dan regulasi baru ini dapat membentuk ulang dinamika dalam industri ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.