Kaltim

Pulau Derawan Menggoda Imajinasi, Sudahkah Masuk Dalam Daftar Destinasi Wisata Anda

Astriani | 28 Februari 2026, 15:13 WIB
Pulau Derawan Menggoda Imajinasi, Sudahkah Masuk Dalam Daftar Destinasi Wisata Anda
Pulau Derawan (Foto: Pemprov Kaltim)

AKURAT KALTIM - Di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terbentang gugusan pulau yang kerap disebut sebagai salah satu surga bahari Indonesia. Itulah dia Kepulauan Derawan.

Dari kejauhan, pulau-pulau kecil itu tampak seperti untaian zamrud di atas hamparan biru laut nan luas: tenang, jernih, dan memikat sejak pandangan pertama.

Derawan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan lanskap alam yang hidup. Di bawah permukaan lautnya, terhampar taman bawah laut yang reputasinya telah menembus batas negeri.

Para penyelam mancanegara, termasuk penyelam kelas dunia, datang untuk menyaksikan bawah lautnya yang kaya terumbu karang dan biota laut.

Sementara di daratan, suasana pulau menghadirkan ritme lambat yang menenangkan: angin asin, deru perahu, dan senyum ramah warga setempat.

Secara administratif, Kepulauan Derawan mencakup tiga kecamatan, yakni Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk. Namun bagi pelancong, nama-nama pulau seperti Pulau Maratua, Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, dan Pulau Kakaban lebih dulu menggoda imajinasi.

Keempat pulau itu dikenal luas sebagai ikon Derawan, rumah bagi satwa-satwa langka seperti penyu hijau dan penyu sisik yang kerap terlihat naik ke pantai saat malam untuk bertelur.

Pulau Derawan dikelilingi pulau-pulau kecil lain seperti Pulau Panjang, Raburabu, Samama, hingga Nabuko, serta gugusan gosong karang yang menjadi benteng alami bagi ekosistem pesisir. Lanskap ini membentuk mozaik ekologi yang kaya: terumbu karang warna-warni, padang lamun yang menjadi padang penggembalaan duyung, serta hutan mangrove yang menjaga garis pantai dari abrasi.

Tak heran jika Derawan menjadi rumah bagi beragam spesies dilindungi. Selain penyu hijau dan penyu sisik, perairannya juga menjadi lintasan paus dan lumba-lumba. Di kedalaman tertentu, penyelam dapat menjumpai barakuda yang bergerombol, kima raksasa yang menempel di karang, hingga ketam kelapa yang berjalan perlahan di daratan pulau.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Astriani
A
Editor
Astriani