Marc Marquez Mengungkap Kesalahan Terbesarnya: 11 Tahun Bersama Honda Berakhir Akhir Pekan Ini!

Setelah mempersembahkan 11 tahun prestasi gemilang bersama Repsol Honda, Marc Marquez bersiap untuk mengakhiri perjalanan menakjubkannya akhir pekan ini. Pebalap andal dengan nomor start 93 ini, yang mengumpulkan 59 kemenangan dan enam gelar juara dunia MotoGP, mengungkapkan momen tergelap dan kesalahan terbesarnya selama masa panjangnya bersama Honda.
Marquez memilih 2020 sebagai momen terburuk dalam karirnya. Saat itu, balapan MotoGP di Jerez menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Pandemi yang sedang berlangsung membuat balapan terbatas hanya di Eropa. Saat Marquez terjatuh dan menderita patah tulang lengan kanan, sebuah kesalahan fatal terungkap.
"Dalam sejarah bersama Honda, momen itu adalah kesalahan terbesar saya," ujar Marquez.
Baca Juga: Nasib Ibu Kota Nusantara Bergantung pada Tiga Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden
Saat menjalani proses pemulihan dari cedera seriusnya, Marquez memaksakan diri untuk kembali ke lintasan di MotoGP Andalusia 2020. Namun, upayanya tersebut hanya berujung pada sesi latihan bebas karena cedera yang terlalu parah. Tindakannya memaksakan diri justru memperparah kondisinya, menyebabkan infeksi dan serangkaian operasi tambahan.
Cedera serius yang dideritanya bukan hanya menghambat kembalinya Marquez, tetapi juga menghambat pengembangan RC213V oleh Honda. Ketergantungan Honda pada Marquez mengakibatkan keadaan yang sulit bagi tim untuk bersaing, dan membuatnya tertinggal dari rival-rivalnya, khususnya pabrikan Eropa.
Kesalahan itu membawa dampak besar bagi Marquez dan Honda, membuatnya absen hampir satu musim dan menimbulkan tantangan besar bagi tim dalam menjaga kompetitivitasnya di lintasan balap MotoGP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









