Wabah Diabetes di Balikpapan: 8,8 Persen Warga Terdiagnosis

Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengungkapkan bahwa sebanyak 8,8 persen dari 223 ribu warga yang menjalani pemeriksaan khusus di puskesmas di Balikpapan antara Januari hingga September 2023 mengidap diabetes mellitus. Kondisi tersebut mencakup sekitar 20 ribu orang dengan kadar gula darah di atas 200 mg/dL, yang merupakan tanda hiperglikemia dan salah satu gejala diabetes.
Selain itu, sekitar 3 persen warga ditemukan menderita prediabetes, di mana kadar gula darahnya berada di atas normal (70-140 mg/dL), namun belum mencapai ambang batas 200 mg/dL yang menandai diabetes. Prediabetes masih dapat diobati sehingga tidak berkembang menjadi diabetes.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, juga mencatat bahwa selama wabah COVID-19, sekitar 2.000 orang di Balikpapan meninggal dunia, dan mayoritas di antaranya adalah penderita diabetes. Pasca-wabah COVID-19, kasus diabetes mellitus meningkat secara nasional, termasuk di Balikpapan.
Baca Juga: Borneo FC dan Persib Berbagi Hasil Seri 1-1 di Samarinda
Diabetes mellitus merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada berbagai bagian tubuh, termasuk mata, ginjal, serta gangguan pada indra perasa. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah kebas atau kehilangan sensitivitas pada tubuh, yang dapat menyebabkan luka yang tidak sembuh, terutama pada kaki.
Dalam upaya untuk mengatasi wabah diabetes, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengajak masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat, termasuk berolahraga, mengonsumsi sayur dan buah, berhenti merokok, tidak mengonsumsi alkohol, dan rutin memeriksa kesehatan.
Pada tanggal 21 Oktober 2023, Pertamina mengajak karyawan dan keluarganya untuk berolahraga bersama, dan sekitar 1.500 orang berpartisipasi dalam kegiatan berjalan bersama serta menjalani pemeriksaan gula darah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Balikpapan. Pemeriksaan gula darah ini mencatatkan rekor sebagai pemeriksaan gula darah terbanyak dalam satu kesempatan, melibatkan lebih dari 1.500 orang.
Masyarakat Balikpapan diharapkan terus memperhatikan kesehatan mereka dan mengambil langkah-langkah pencegahan diabetes, yang dapat mengancam kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









