Kaltim

Selat Hormuz yang Harus Tetap Terbuka Jadi Kesepakatan Xi dan Trump

Ahmad Munjin | 15 Mei 2026, 02:03 WIB
Selat Hormuz yang Harus Tetap Terbuka Jadi Kesepakatan Xi dan Trump
Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Balai Besar Rakyat di Beijing, Kamis (14/5/2026) ANTARA/Kementerian Luar Negeri China

AKURAT KALTIM - Usai pertemuan puncak AS-China di Beijing, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi global, menurut keterangan Gedung Putih pada Kamis (15/5/2026).

Menurut laporan NBC News dari pernyataan Gedung Putih, kedua negara tampaknya lebih banyak membahas perang Iran dan situasi Selat Hormuz tanpa menyinggung isu Taiwan.

Gedung Putih menyebut Xi menegaskan penolakan China terhadap militerisasi Selat Hormuz maupun upaya mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di jalur tersebut.

Baca Juga: Balai Besar Rakyat Jadi Saksi Presiden Xi Sambut Donald Trump

Xi juga menyatakan minat China untuk membeli lebih banyak minyak Amerika guna mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz di masa depan.

Kedua negara juga sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dan Xi juga membahas upaya memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk perluasan akses pasar bagi perusahaan Amerika di China dan peningkatan investasi China di sektor industri AS.

Baca Juga: Trump-Xi Bakal Bertemu di Beijing, AS-China Matangkan Persiapan

Trump dan Xi juga menyoroti pentingnya menghentikan aliran prekursor fentanyl ke AS serta meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika oleh China.

Sementara itu, kantor berita pemerintah China Xinhua News Agency melaporkan Xi mengingatkan bahwa hubungan kedua negara dapat memicu bentrokan bahkan konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan baik.

Xi juga menegaskan hubungan ekonomi China dan AS bersifat saling menguntungkan dan dapat menghasilkan manfaat bagi kedua pihak.

Menurut Xinhua, kedua negara sepakat membangun hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif sebagai panduan hubungan strategis dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A