Kaltim

Survei Membuktikan Ketahanan Energi Jadi Faktor Utama Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran

Ahmad Munjin | 6 Mei 2026, 12:46 WIB
Survei Membuktikan Ketahanan Energi Jadi Faktor Utama Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran
Direktur Nusantara Riset Indonesia, Deni Yusup (kiri). AKURAT/Ahmad Munjin

AKURAT - Hasil survei nasional terbaru menunjukkan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ketahanan energi muncul sebagai faktor dominan yang paling diapresiasi masyarakat.

Dalam temuan survei tersebut, sebanyak 80,17 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden. Sementara itu, 7,33 persen menyatakan tidak puas dan 12,50 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.

Baca Juga: Gara-Gara Krisis Global, Prabowo Pertimbangkan Hemat BBM dan WFH

"Angka ini mencerminkan tingkat legitimasi politik yang kuat terhadap arah kebijakan pemerintahan saat ini," kata Direktur Nusantara Riset Indonesia, Deni Yusup di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menariknya, kata dia, dari berbagai indikator kepuasan publik, aspek ketahanan energi menjadi faktor dengan persentase tertinggi, yakni 19,17 persen.

"Capaian ini menempatkan sektor energi sebagai fondasi utama kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah, sekaligus menunjukkan bahwa stabilitas pasokan dan kebijakan energi nasional telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Rencana Presiden Prabowo dan PM Pakistan ke Teheran Dinilai Jadi 'Lilin Damai'

Selain ketahanan energi, faktor lain yang turut mendorong tingkat kepuasan publik antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 18,33 persen, kepemimpinan Presiden Prabowo sebesar 17,92 persen, penegakan hukum 16,67 persen, ketahanan pangan 15,42 persen, serta sektor pendidikan dan sekolah rakyat sebesar 12,50 persen.

"Kombinasi berbagai kebijakan ini membentuk persepsi positif publik terhadap kinerja pemerintah secara menyeluruh," ungkap Deni.

Namun demikian, survei ini juga menemukan sejumlah catatan kritis dari masyarakat. Ketidakpuasan publik paling banyak disebabkan oleh isu korupsi dan lemahnya penegakan hukum sebesar 13 persen.

Baca Juga: Prabowo - Gibran Kuasai Kaltim! Hasil Pemilu 2024 Ungkap Kemenangan Telak dengan 1.5 Juta Suara Lebih

Selain itu, terdapat pula sorotan terhadap regulasi yang belum maksimal (10 persen), koordinasi pemerintahan (9,50 persen), serta kebutuhan peningkatan kesejahteraan dan pembenahan sektor pendidikan yang masing-masing berada di angka 9 persen.

Survei ini dilaksanakan pada 13–22 April 2026 menggunakan metode multi-stage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang yang tersebar di 38 provinsi dan 518 kabupaten/kota.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh surveyor terlatih, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ±2,9 persen. Komposisi responden terdiri dari 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

Menurut Deni, hasil survei ini menegaskan bahwa ketahanan energi telah menjadi isu strategis yang tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat legitimasi politik pemerintah di mata publik. Ia menilai, konsistensi kebijakan di sektor energi akan menjadi kunci dalam menjaga tingkat kepuasan publik ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A