Kaltim

Sebut IQ Rendah, Trump Kecam Influencer Sayap Kanan

Ahmad Munjin | 11 April 2026, 01:05 WIB
Sebut IQ Rendah, Trump Kecam Influencer Sayap Kanan
Foto Montase - Penyiar Fox News, Megyn Kelly dan Donald Trump. ANTARA/Reuters

AKURAT KALTIM - Sejumlah tokoh media sayap kanan belakangan mengkritik keras terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan perang terhadap Iran. Trump pun mengecam keras.

Trump menuding Tucker Carlson, Megyn Kelly, Candace Owens, dan Alex Jones sebagai orang gila, pembuat onar, dan memiliki IQ rendah.

"Para 'pakar' yang disebut-sebut itu adalah pecundang dan mereka akan selalu menjadi pecundang. Sekarang, CNN yang menyebarkan berita palsu, New York Times yang sedang mengalami kemunduran, dan semua organisasi berita sayap kiri radikal lainnya justru 'memuji' mereka dan memberikan liputan 'positif' untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Mereka bukan 'MAGA', mereka pecundang, hanya mencoba menumpang pada MAGA," tulis Trumph di platform Truth Social.

Baca Juga: IRGC Nyatakan Iran Tak Luncurkan Rudal Sejak Gencatan Senjata

Trump melanjutkan bahwa sebagai presiden, dia bisa membuat mereka berpihak padanya kapan pun dia mau. Namun, ketika para tokoh media pemengaruh atau influencer itu menelepon Trump, dia tidak akan menanggapi karena terlalu sibuk dengan urusan dunia dan negara.

"Dan setelah beberapa kali, mereka menjadi 'jahat', seperti Marjorie 'pengkhianat', Brown; tetapi saya tidak lagi peduli dengan hal-hal itu. Saya hanya peduli melakukan yang terbaik untuk negara kami," tambahnya dalam sebuah unggahan panjang.

Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS, Inggris Desak Lebanon Juga

Presiden AS itu merujuk pada Marjorie Taylor Greene, yang sebelumnya merupakan sekutu dekat Trump, tetapi mereka kemudian berselisih karena Marjorie menuntut agar Departemen Kehakiman AS merilis dokumen terkait terpidana perdagangan seks Jeffrey Epstein.

Sementara itu, Tucker Carlson, Megyn Kelly, Candace Owens, dan Alex Jones telah lama memainkan peran penting dalam gerakan "MAGA Trump". Namun kemudian, mereka semakin vokal mengkritik kebijakan luar negeri Trump, terutama setelah ia memulai perang dengan Iran.

Baca Juga: Asalkan Iran Buka Selat Hormuz, Israel Dukung Gencatan Senjata Sementara

Keputusan mereka untuk mengkritik Trump itu mungkin lebih dari keputusan lainnya selama lebih dari satu tahun masa jabatannya dan menggagalkan janji kampanye Trump untuk menjauhkan Amerika dari konflik "tanpa akhir".

Sebelumnya, Selasa (7/4), Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan setelah mediasi oleh Pakistan.

Putaran pertama negosiasi AS-Iran untuk mengakhiri perang secara permanen itu dijadwalkan dimulai pada Sabtu (11/4) di Islamabad, Pakistan, dengan Wakil Presiden Amerika Serikat J. D. Vance sebagai pemimpin delegasi Amerika.

Ketegangan di Iran meningkat sejak AS dan Israel meluncurkan ofensif bersama pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran pun membalas dengan serangan drone dan rudal dengan menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, yang menjadi lokasi aset militer milik Amerika. Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A