Antisipasi Insiden Karam, Dermaga Samarinda Awasi Ketat Muatan Kapal

AKURAT KALTIM - Mengantisipasi insiden kapal karam akibat kelebihan kapasitas, pengelola Dermaga Mahakam Ulu di Samarinda secara ketat mengawasi volume muatan penumpang dan barang.
"Kami terus menjaga agar muatan kapal sesuai dengan standar kapasitas maksimal sesuai prosedur manifes," ujar Kepala Dermaga Mahakam Ulu Samarinda Fadlin di Samarinda, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kapal angkutan yang memiliki kapasitas maksimal 150 ton dilarang keras untuk mengangkut muatan melebihi batas ketentuan tersebut.
Baca Juga: Betapa Vitalnya Jembatan Mahakam yang Jarang Orang Tahu
Ada pun kapal yang disiagakan di Dermaga Mahakam Ulu berjumlah 23 armada, dengan kapasitas maksimal hingga GT 141 atau batas sekitar 150 ton muatan.
Pihak dermaga juga selalu memastikan ketersediaan jaket keselamatan di dalam kapal mencapai 125 persen dari total penumpang demi jaminan keamanan maksimal.
Fadlin menambahkan bahwa setiap kapal yang hendak lepas sandar harus melalui serangkaian pengecekan kondisi mesin agar sesuai dengan prosedur keselamatan.
"Untuk menjaga kelancaran rute angkutan air ini, kami senantiasa berkoordinasi secara intensif dengan para pengelola dermaga selanjutnya yang berada di wilayah hulu," kata dia.
Pengetatan prosedur operasional keselamatan ini krusial mengingat tingginya aktivitas pelayaran angkutan sungai di kawasan pelabuhan tersebut selama sepekan terakhir.
Berdasarkan data rekapitulasi harian selama tujuh hari ke belakang, Dermaga Mahakam Ulu telah melayani aktivitas keberangkatan sebanyak 15 unit kapal.
Total keseluruhan angkutan penumpang yang diberangkatkan selama sepekan terakhir mencapai angka 929 orang, dengan rincian 836 penumpang dewasa dan 93 penumpang anak-anak.
Sementara itu, total angkutan logistik yang didistribusikan melalui moda transportasi air ini tercatat mencapai 268 ton barang dan kebutuhan sembako.
"Selain barang kebutuhan pokok, dermaga ini juga memfasilitasi penyeberangan sebanyak 179 unit kendaraan roda dua selama rentang waktu pelaporan yang sama," kata Fadlin.
Aktivitas pelayaran tertinggi tercatat pada tanggal 14 Maret lalu dengan keberangkatan dua kapal yang mengangkut 231 penumpang, 90 ton barang, dan 39 unit sepeda motor.
Pada keberangkatan Selasa ini, terdapat dua unit kapal yang mengangkut 133 orang penumpang beserta 16 ton logistik dan 19 unit kendaraan roda dua.
"Pengawasan rutin sebelum lepas sandar kami harapkan mampu menjamin keselamatan seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi sungai yang menghubungkan sejumlah wilayah di pedalaman Kalimantan Timur," imbuh Fadlin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





