Jepang Tolak Permintaan Trump Kirim Kapal ke Selat Hormuz

AKURAT KALTIM - Jepang menyatakan tidak dapat mengirimkan kapal pasukan pertahanan diri ke Kawasan Timur Tengah. Hal itu ditegaskan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di hadapan parlemen pada Senin (16/3/2026) sebagaimana dikutip ANTARA dari Sputnik.
Pernyataan PM tersebut untuk merespons seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz.
"Belum ada keputusan yang diambil. Kami terus mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan Jepang secara independen. Mengirim pasukan pertahanan diri untuk melindungi kapal adalah sesuatu yang mustahil," kata Takaichi.
Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz untuk RI dan Negara-Negara Patuh Protokol
Pada Ahad (15/3), Trump menyeru Jepang, China, Prancis, Korea Selatan, Inggris, dan sejumlah negara' lainnya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna memulihkan lalu lintas jalur tersebut.
Stasiun TV Jepang NHK, yang mengutip sumber pemerintah, melansir bahwa Jepang tidak akan mengirimkan kapal perang hanya karena Trump mengatakan demikian.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi selama debat parlemen mengkonfirmasi bahwa pemerintah tidak mempertimbangkan langkah tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran menanggapinya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya berdalih serangan "pencegahan" itu dilakukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mengakui bahwa mereka ingin mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





