Deteksi BMKG: 144 Titik Panas Mengancam Kalimantan Timur, Imbauan Waspada Dikeluarkan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan telah mendeteksi 144 titik panas yang tersebar di Kalimantan Timur, menjadi perhatian serius bagi wilayah tersebut.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan, Diyan Novrida, mengungkapkan bahwa titik panas tersebut telah terpantau selama 24 jam terakhir, berdasarkan data yang dirilis pada Kamis (4/4).
Data sebaran titik panas menunjukkan bahwa tujuh daerah di Kalimantan Timur terdampak, termasuk Bontang, Paser, PPU, Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Berau.
Di Bontang, terdapat 3 titik panas yang tersebar di Kecamatan Bontang Selatan. Sementara di Paser, 3 titik panas tercatat di Kecamatan Batu Sopang dan 2 titik di Kecamatan Tanah Grogot.
PPU juga dilanda dengan 2 titik panas, terlokasi di Kecamatan Penajam. Sedangkan di Kutai Barat, 37 titik panas tersebar di beberapa kecamatan, seperti Bongan, Jempang, Muara Pahu, Nyuatan, dan Siliq Ngurai.
Kutai Timur menjadi daerah yang paling banyak terdampak, dengan 58 titik panas tersebar di berbagai kecamatan seperti Sangatta Utara, Bengalon, Muara Ancalong, dan lainnya. Sementara Kutai Kartanegara mencatat 40 titik panas, tersebar di Kecamatan Kembang Janggut, Kota Bangun, Muara Kaman, dan lain-lain.
Dalam situasi ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran. Langkah-langkah pencegahan seperti menghindari pembakaran lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan sangatlah penting.
"Semua pihak harus saling menjaga dan waspada agar tidak terjadi penambahan titik panas yang dapat membahayakan wilayah ini," pintanya, menekankan pentingnya kerjasama dalam mengatasi potensi bahaya ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









