OIKN Implementasikan 311 Tiang Cerdas untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara

Selasa, 16 Januari 2024 - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengumumkan langkah ambisius dengan memfokuskan pemasangan tiang cerdas multifungsi, atau yang dikenal sebagai smart pole, di Ibu Kota Nusantara. Pemilihan tujuh titik strategis ini sebagai infrastruktur kota cerdas merupakan tonggak penting dalam mewujudkan visi kota yang lebih pintar dan berkelanjutan.
Menurut Direktur Pengembangan Ekosistem Digital OIKN, Tonny Agus Setiono, hasil kajian menunjukkan adanya kebutuhan sekitar 311 lokasi untuk smart pole di wilayah Ibu Kota Nusantara. Implementasi difokuskan pada tujuh titik krusial, mencakup persimpangan jalan, arteri primer dan sekunder, kolektor sekunder, lokal sekunder, jalan khusus, serta jalan yang melewati rel kereta, halte bus, dan stasiun.
"Kami telah mengidentifikasi 311 lokasi yang difokuskan di tujuh titik implementasi strategis. Pemilihan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi implementasi dengan memusatkan perhatian pada jalur dengan volume kendaraan yang tinggi," ujar Tonny melalui ANTARA.
Tujuh titik implementasi ini mencakup persimpangan jalan, jalan arteri primer, jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder, jalan lokal sekunder, jalan khusus, dan jalan yang melewati rel kereta, sekitar halte bus, dan stasiun. Tonny menekankan bahwa jumlah smart pole dapat disesuaikan dengan tipe jalan, dengan penempatan di jalan bebas hambatan tidak memerlukan stop kontak untuk charging listrik dan layar digital.
Smart pole sebagai infrastruktur kota cerdas mengintegrasikan berbagai fungsi dan teknologi dalam satu fasilitas. Dengan konsep ini, tiang multifungsi mendukung pencahayaan cerdas, media komunikasi, pengawasan melalui kamera CCTV, perangkat komputasi, hingga charging listrik kendaraan listrik.
Revitalisasi ini sesuai dengan Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup melalui layanan dan fasilitas yang lebih baik, menciptakan lingkungan bersih dan aman, serta meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi. Strategi ini juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien sambil menjaga kenyamanan dan privasi warga.
Melalui implementasi kota cerdas, Ibu Kota Nusantara berupaya mencapai key performance index (KPI) sesuai UU IKN, dengan 6 Domain, 21 Sub-domain, dan 67 Fitur Cerdas sebagai acuan teknis pembangunan. Masyarakat diharapkan dapat menikmati kemajuan teknologi yang berdampak positif pada kesejahteraan dan kenyamanan hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









