Waspada, Musim Hujan Puncak di Kalimantan Timur: BMKG Ungkap Potensi Rob Bahaya

Bulan Januari ini, Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki musim hujan dengan intensitas curah hujan yang semakin meningkat. Menurut prediksi, puncak intensitas hujan diperkirakan mencapai titik tertinggi sekitar bulan Februari, meluas hampir merata di seluruh wilayah Kaltim.
Diyan Novrida, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Balikpapan, mengungkapkan bahwa daerah pesisir, terutama yang berbatasan langsung dengan laut, perlu waspada menghadapi dampak musim hujan ini. Terdapat potensi rob yang berbahaya, terutama saat pasang surut mencapai maksimum 2,9 meter di pesisir timur, yang dapat menimbulkan bencana.
"Balikpapan, Samarinda, dan delapan Kabupaten serta kota lainnya di Kaltim diprediksi akan terus diguyur hujan," ungkapnya.
Meskipun secara umum hujan diperkirakan terjadi pada malam hingga menjelang pagi hari, tidak menutup kemungkinan adanya hujan pada sore hingga siang hari. Proses penguapan yang cukup dapat menumbuhkan awan konvektif, mendukung terjadinya hujan di berbagai waktu.
Sementara wilayah maritim tetap berpotensi hujan, tinggi gelombang di sekitar perairan Kaltim diperkirakan tidak melebihi 1,25 meter, masuk dalam kategori gelombang rendah. Namun, perairan di Selat Makassar bagian tengah dan utara berpotensi mengalami gelombang hingga 2 meter.
Diyan menyarankan agar masyarakat tetap memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui website atau aplikasi resmi. Walaupun kondisi hujan umumnya terjadi pada malam hari, kewaspadaan dan persiapan langkah-langkah pengamanan perlu dijaga dengan baik.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi dampak yang mungkin timbul akibat musim hujan yang berpotensi ekstrem di Kalimantan Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









