Katim Siap-siap Hadapi Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat

Menurut pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari Stasiun APT Pranoto Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Katim) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam kurun waktu seminggu mendatang. Prediksi ini, diungkapkan oleh Riza Arian Noor dalam dialog antisipasi cuaca ekstrem pada Jum'at (5/1).
Wilayah seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Penajam Paser Utara (PPU) diprediksi memiliki potensi hujan yang lebih tinggi. Riza Arian Noor mengingatkan pentingnya kewaspadaan, mengingat prediksi hujan ini dapat disertai dengan angin kencang, petir, bahkan potensi puting beliung.
Curah hujan pada awal tahun di Kalimantan Timur umumnya berada pada tingkat sedang, tetapi Kabupaten Mahakam Ulu mencatatkan curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi ENSO (El Nino Southern Oscillation) yang masih menunjukkan indeks sekitar +1,9. Prediksi menunjukkan El Nino diperkirakan akan berlangsung hingga April 2024.
Baca Juga: Jumlah Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Kaltim Meningkat pada November 2023
Fenomena ini telah berkontribusi pada peningkatan curah hujan di Kaltim dan telah memicu berbagai peristiwa hidrometeorologi ekstrem seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Meskipun ENSO memainkan peran penting dalam kondisi cuaca global, faktor lain seperti angin muson Benua Asia dan Benua Australia juga turut berperan dalam menentukan kondisi cuaca musim di Indonesia.
Kondisi global yang kuat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cuaca iklim, dan meskipun El Nino dan La Nina adalah faktor penting, variasi dalam angin muson dan gelombang atmosfer juga memiliki dampak yang besar pada kondisi cuaca musiman. Waspada dan kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca menjadi penting dalam menghadapi potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi dalam satu minggu mendatang di wilayah Katim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









