Pj Gubernur Kaltim Dorong Pariwisata Berbasis Lingkungan untuk Investasi Masa Depan

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, menegaskan komitmennya untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata di Bumi Etam, terutama dalam pengembangan wisata berbasis lingkungan. Salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata lingkungan adalah Kota Bontang.
"Saya melihat ada potensi yang dapat digarap di Bontang," ungkap Akmal Malik saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyarakat Sadar Wisata (Masata) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada Jumat (8/12/2023).
Menurutnya, Bontang memiliki daya tarik tersendiri karena terletak cukup jauh dari Ibukota Kaltim, Samarinda. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang ingin menjelajahi destinasi wisata yang berbeda. Oleh karena itu, kerja sama dengan komunitas seperti Masata dianggap penting dalam mengembangkan sektor pariwisata ini.
Baca Juga: Penyelundupan 3.500 Kiloliter Solar Digagalkan di Perairan Sungai Musi oleh Korem 044 Garuda Dempo
Akmal menekankan pentingnya membangun pariwisata yang inklusif, di mana setiap orang, tanpa memandang latar belakangnya, dapat menikmati keindahan dan keunikan destinasi wisata.
Selain sebagai investasi jangka panjang, keberlanjutan ini juga dianggap sebagai investasi bagi semua pihak untuk menikmati kekayaan wisata yang dilestarikan.
Dengan membangun pariwisata inklusif melalui sinergi dan kolaborasi, diharapkan akan tercipta gerakan yang lebih baik dalam pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah, sebagai tuan rumah Rakernas Masata, juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan waktu mereka dengan mengunjungi objek wisata di Kota Taman tersebut.
Baca Juga: Dinas Perkebunan Kaltim Mengakselerasi Pembentukan Koperasi Petani Gula Aren untuk Daya Saing Tinggi
Pj Gubernur Akmal telah berkunjung ke Bontang sebanyak tiga kali. Dalam setiap kunjungannya, ia selalu memberikan dukungan baik terkait pariwisata maupun pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kota tersebut.
Pariwisata berbasis lingkungan diyakini dapat menciptakan harmoni antara industri pariwisata dan pelestarian alam. Melalui keterlibatan komunitas dan fokus pada keberlanjutan, pariwisata ini diharapkan menjadi sumber pendapatan jangka panjang.
Dukungan yang konsisten dari pemerintah serta kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membawa Kaltim menjadi destinasi unggulan yang menarik bagi wisatawan dari berbagai latar belakang. Keberlanjutan pariwisata berbasis lingkungan menjadi investasi masa depan dalam keindahan alam, ekonomi, dan kelestarian lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









