Menurut Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, data terbaru dari BPS Kaltim mengindikasikan perbaikan signifikan pada kondisi ketenagakerjaan provinsi tersebut. Pada Agustus 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun menjadi 5,31 persen. Angka ini turun 0,40 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2022.
"Dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 1.950.860 orang, meningkat 98.058 orang dari Agustus 2022, kondisi ketenagakerjaan Kaltim pada Agustus 2023 telah pulih dibandingkan sebelum pandemi," ungkap Akmal Malik pada pembukaan pameran pada Jumat (1/12/2023).
Akmal melanjutkan, penduduk yang bekerja mencapai 1.847.295 orang, menunjukkan peningkatan sebanyak 100.375 orang dari Agustus 2022. Ini menandakan tren positif yang menggembirakan dalam hal partisipasi angkatan kerja (TPAK) yang naik sebesar 0,84 persen poin.
Baca Juga: Inflasi Kaltim di November 2023, Gabungan Samarinda dan Balikpapan Naik 0,37 Persen
Sementara itu, Moeldoko, mantan Panglima TNI 2013-2015, menyoroti pentingnya menyesuaikan sistem pertahanan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan ancaman yang dihadapi oleh Indonesia. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer di IKN harus disesuaikan dengan perencanaan pertahanan yang berkualitas.
"Saatnya kita konstruksikan lagi kekuatan militer seperti apa yang perlu kita bawa ke IKN," ujarnya.
Moeldoko menyoroti pentingnya membangun kekuatan militer dengan pendekatan berbasis kapabilitas yang lebih realistis, berfokus pada tujuan, dan menekankan efisiensi, sambil menyesuaikan transformasi kekuatan TNI dengan pembangunan IKN.
"Pembangunan IKN mengharuskan transformasi kekuatan TNI, dengan keberadaan Kodam yang mendukung pertahanan IKN bersifat mendesak," tambahnya.
Keberadaan IKN di tengah jalur pelayaran dan memiliki perbatasan darat dengan negara tetangga membuatnya rentan mengalami risiko agresi serentak dari berbagai medan. Karena itu, Moeldoko menegaskan perlunya peningkatan kapasitas instalasi militer untuk melindungi IKN.