Universitas Mulia Balikpapan bersama sejumlah perguruan tinggi mendorong ketahanan pangan sebagai pondasi utama Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Kolaborasi ini ditekankan dalam Simposium Universitas Mulia Balikpapan yang bertema Ketahanan Pangan dan Teknologi Informasi Tahun 2024.
Rektor Universitas Mulia Balikpapan, Muhammad Ahsin Rifa'i, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memberikan dukungan ilmiah untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih dari 1,9 juta individu yang akan berpindah ke IKN Nusantara pada 2045.
"Dukungan kami bukan hanya terbatas pada lingkup akademis. Kami mempersembahkan solusi melalui riset dan kajian multi-disiplin, mencakup aspek ketahanan pangan, ekonomi, teknologi informasi, dan hukum," ungkapnya.
Baca Juga: Pj Gubernur Akmal Malik: ASN Kaltim Diharapkan Jaga Netralitas dan Berikan Pelayanan Terbaik Menyongsong Pemilu 2024
Kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan solusi bagi tantangan ketahanan pangan, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi terkini.
Guru Besar Universitas Gunadarma, Achmad Benny Mutiara, menyoroti pentingnya teknologi dalam meningkatkan produksi serta membangun industri pertanian yang berkelanjutan, termasuk penggunaan kecerdasan buatan dan robotika.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Bina Nusantara, Engkos Achmad Kuncoro, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian dapat menciptakan ekonomi berbagi yang lebih adil, memberdayakan petani, dan mengurangi monopoli pasar.
Baca Juga: Menapaki Jejak Linguistik Forensik dalam Penegakan Hukum
Deni SB Yuherawan, Guru Besar Universitas Trunojoyo, menyoroti marjinalisasi petani dalam pengembangan industri pertanian dan mendorong penerapan panduan bisnis yang mengedepankan hak asasi manusia.
Simposium ini mencerminkan komitmen universitas terkait pentingnya peran teknologi dalam membangun ketahanan pangan, menghadapi perubahan besar yang akan terjadi seiring relokasi IKN ke Kalimantan Timur.