Kaltim

Kerusuhan Terkait Aksi Bela Palestina, Tuntutan Ormas Manguni dan Kejadian Miring di Manado

Ragil Anggriani | 26 November 2023, 08:33 WIB
Kerusuhan Terkait Aksi Bela Palestina, Tuntutan Ormas Manguni dan Kejadian Miring di Manado

Kota Manado menjadi saksi kerusuhan yang terjadi di tengah aksi damai umat Islam yang sedang berlangsung dalam solidaritas untuk Palestina. Sejumlah video viral di media sosial menggambarkan ketegangan dan bentrokan yang terjadi.

Akun @MprAldo, salah satu sumber informasi, membagikan detail kronologis kejadian. Aksi yang sebelumnya berlangsung damai dan diakhiri dengan doa bersama, berubah menjadi ricuh akibat insiden yang menimpa sejumlah peserta aksi.

Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa bendera Palestina dibakar, bendera tauhid dihancurkan, bahkan seorang anggota Barisan Solidaritas Muslim (BSM) dilaporkan mengalami kondisi kritis setelah dianiaya.

Baca Juga: Insiden Persekusi di Aksi Bela Palestina Kota Bitung: FPI dan FKUB Angkat Suara

Selain itu, sebuah surat dari Ormas Adat Pasukan Manguni Makasiouw juga beredar, menyampaikan ketidaksetujuan mereka terhadap aksi damai bela Palestina di Manado. Surat tersebut meminta agar Kapolres tidak mengizinkan aksi solidaritas Palestina dengan alasan potensial memicu gangguan keamanan nasional.

Salah satu tuntutan dalam surat tersebut meminta proses hukum terhadap penanggung jawab aksi bela Palestina pada tanggal 27 Oktober 2023 atas isu poster yang dianggap provokatif.

Keseluruhan kejadian menunjukkan adanya gesekan dan pertentangan pendapat yang cukup kuat antara peserta aksi solidaritas Palestina dan Ormas Manguni, yang menuntut penindakan terhadap peserta aksi serta menolak izin untuk aksi solidaritas Palestina.

Baca Juga: Kerusuhan Pro Israel vs. Pro Palestina di Kota Bitung, Sulawesi Utara

Kerumunan dalam aksi solidaritas terpisah di Bitung dan Manado terbukti memperlihatkan adanya perbedaan sudut pandang yang menimbulkan kerusuhan. Perbedaan pandangan tersebut menjadi titik kritis dan memicu kekacauan yang berpotensi merugikan dalam konteks solidaritas dan keamanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.