Kaltim

Jumlah Titik Panas di Provinsi Kaltim Terus Menurun Menurut BMKG

Ragil Anggriani | 9 November 2023, 09:00 WIB
Jumlah Titik Panas di Provinsi Kaltim Terus Menurun Menurut BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan melaporkan bahwa jumlah titik panas di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengalami penurunan dalam tiga hari terakhir. Pada Minggu (5/11), terdapat 183 titik panas, yang kemudian berkurang menjadi 148 titik pada Senin (6/11), dan turun lagi menjadi 62 titik pada Selasa (7/11).

Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida, penurunan jumlah titik panas ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, adanya curah hujan di beberapa wilayah di Kaltim. Kedua, meningkatnya kesadaran warga untuk tidak melakukan pembakaran, termasuk saat mengelola lahan.

Dari 62 titik panas yang terpantau pada Selasa (7/11), sebagian besar terdistribusi di lima kabupaten di Kaltim. Adapun rincian titik panas tersebut adalah sebagai berikut:
- Kabupaten Paser: 9 titik panas
- Kabupaten Kutai Barat: 5 titik panas
- Kabupaten Kutai Timur: 29 titik panas
- Kabupaten Kutai Kartanegara: 17 titik panas
- Kabupaten Berau: 2 titik panas

Baca Juga: Kehadiran Mal di IKN Picu Perluasan Opsi, Pertamina Diminta Evaluasi SPBU di Kaltim

Pada hari sebelumnya, yaitu Senin (6/11), 148 titik panas terpantau tersebar di enam kabupaten Kaltim:
- Kabupaten Paser: 28 titik panas
- Kabupaten Kutai Barat: 32 titik panas
- Kabupaten Kutai Timur: 60 titik panas
- Kabupaten Kutai Kartanegara: 4 titik panas
- Kabupaten Berau: 23 titik panas
- Kabupaten Mahakam Ulu: 1 titik panas

Diyan Novrida menyampaikan informasi terbaru mengenai titik panas ini telah disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi dan kabupaten untuk tindak lanjuti. Ia juga mengimbau warga untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan.

Baca Juga: Tak Takut Penambahan Mal di IKN, Kuncinya Improvisasi dan Inovasi

Dari titik panas yang terpantau di beberapa kabupaten, Diyan memberikan rincian lebih lanjut. Misalnya, di Kabupaten Kutai Barat, yang memiliki 5 titik panas, tersebar di tiga kecamatan, termasuk Damai (1), Muara Pahu (2), dan Siluq Ngurai (2). Di Kutai Kartanegara, 17 titik panas terdeteksi di empat kecamatan, termasuk Tabang (3), Muara Muntai (1), Muara Kaman (2), dan Kembang Janggut (11).

Penurunan jumlah titik panas merupakan kabar baik dalam upaya mencegah karhutla di Kaltim. Faktor seperti curah hujan dan kesadaran warga memainkan peran penting dalam mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. Diharapkan upaya pencegahan dan pemantauan terus berlanjut untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.