Kaltim

Nakes Kaltim Dalam Kesiapan Tanggap Terhadap Bencana: Meningkatkan Respons dan Pengelolaan yang Efektif

Ragil Anggriani | 9 November 2023, 07:23 WIB
Nakes Kaltim Dalam Kesiapan Tanggap Terhadap Bencana: Meningkatkan Respons dan Pengelolaan yang Efektif

Dalam upaya untuk meningkatkan respons cepat dan tepat, serta pengelolaan bencana yang efektif, tenaga kesehatan (nakes) di Kalimantan Timur (Kaltim) sedang mempersiapkan diri dengan peningkatan kompetensi. Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Setyo Budi Basuki, mengakui bahwa nakes memiliki beberapa tantangan dalam menghadapi bencana dan keadaan darurat kesehatan.

Beberapa tantangan yang dihadapi oleh nakes meliputi ketiadaan sistem pengelolaan database, kurangnya standar penghitungan kebutuhan sumber daya, dan kurangnya kompetensi nakes yang dapat di-mobilisasi saat terjadi bencana atau kedaruratan kesehatan. Hal ini terutama terlihat selama pandemi COVID-19, di mana kesulitan muncul dalam memobilisasi tenaga kesehatan cadangan karena semua wilayah terdampak. Terlebih lagi, terbatasnya kuantitas tenaga kesehatan dan proses rekrutmen yang memakan waktu.

Dalam rangka mengatasi tantangan-tantangan ini, Kaltim sedang fokus pada pembentukan klaster kesehatan di berbagai level, mulai dari nasional, provinsi, kabupaten, hingga kota. Klaster-klaster ini akan memiliki kapasitas yang baik dan siap sedia untuk menangani situasi krisis kesehatan. Hal ini diharapkan akan memperkuat kerja sama antara individu, komunitas, lembaga, serta lintas program dan lintas sektor dalam menghadapi bencana, baik yang bersifat alam maupun non-alam yang dapat mengakibatkan krisis kesehatan.

Baca Juga: Perekonomian Kalimantan Timur Tetap Tumbuh Meski di Tengah Gejolak Geopolitik dan Tantangan Global

Setyo Budi Basuki, yang juga menjabat sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, berharap bahwa peningkatan kapasitas ini akan memperkuat kerja sama yang erat antar sektor dan komunitas dalam menghadapi tantangan bencana kesehatan. Dia juga menekankan pentingnya investasi dalam peningkatan kapasitas individu dan tim untuk memahami metode penanggulangan krisis kesehatan dan bencana dengan cara yang efektif.

Lebih lanjut, Setyo Budi Basuki mengajak semua tenaga kesehatan untuk berkontribusi dalam penanganan bencana dan kedaruratan kesehatan jika suatu saat terjadi. Dia menggarisbawahi pentingnya koordinasi, berbagi pengetahuan, dan menjalin kolaborasi yang erat untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan semua warga. Dengan meningkatnya kompetensi nakes dan kolaborasi yang baik, Kaltim berharap dapat menjadi lebih siap dalam menghadapi bencana dan tantangan kesehatan yang mungkin terjadi di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.