Dinkes Kaltim Tingkatkan Program KB dan Pelayanan Kesehatan Bagi Penyandang Disabilitas

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Setyo Budi Basuki, menekankan pentingnya peningkatan program keluarga berencana (KB) dan pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Hal ini diungkapkan pada acara Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Bidan di Fasilitas Kesehatan (Angkatan II) dan Orientasi Pelayanan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023 yang digelar di Hotel Ibis Samarinda pada hari Selasa.
Dalam sambutannya, Setyo Budi Basuki menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta pelatihan yang telah berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim, khususnya dalam hal program KB dan pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Dia menjelaskan bahwa program KB adalah salah satu program strategis untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Indonesia.
Meskipun angka partisipasi KB aktif di Kalimantan Timur mencapai 64 persen, penggunaan metode KB modern masih rendah, yaitu sekitar 57 persen. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan para bidan di fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas. Mereka diharapkan mampu menyediakan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat serta mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan efek samping dari berbagai metode KB.
Setyo Budi Basuki juga menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan yang inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Dalam ormasinya, dia menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya orientasi ini, fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur dapat memberikan keamanan, kenyamanan, perlindungan, dan kemudahan bagi penyandang disabilitas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, terpadu, dan berkelanjutan.
Acara pelatihan dan orientasi tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari bidan, dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya dari berbagai fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur. Mereka berpartisipasi dalam acara tersebut baik secara langsung maupun melalui sesi daring, menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pemberian hak-hak kesehatan bagi seluruh warga Kalimantan Timur, termasuk melalui program KB yang lebih baik dan pelayanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Semoga melalui upaya bersama ini, Kaltim dapat meraih tingkat kesejahteraan yang lebih baik untuk seluruh penduduknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









