Kaltim

Dinkes Kaltim Tingkatkan Kompetensi Puskesmas dalam Intervensi Perilaku Masyarakat

Ragil Anggriani | 7 November 2023, 08:13 WIB
Dinkes Kaltim Tingkatkan Kompetensi Puskesmas dalam Intervensi Perilaku Masyarakat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan di Puskesmas, terutama para tenaga promosi kesehatan, dengan tujuan mengintervensi perubahan perilaku masyarakat sesuai dengan masalah kesehatan dan konteks sosial budaya setempat.

Sebanyak 66 tenaga kesehatan dari Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kaltim mengikuti pelatihan pelayanan komunikasi perubahan perilaku untuk memberdayakan keluarga di Puskesmas. Kegiatan pelatihan ini berlangsung pada tanggal 6-10 November 2023 dan bertujuan untuk memfasilitasi interaksi yang efektif antara individu dan komunitas guna membentuk perilaku positif yang sesuai dengan budaya lokal.

Kearifan lokal dalam konteks komunikasi menjadi hal yang sangat penting agar masalah kesehatan di daerah dapat diatasi dengan efektif. Salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas di Kaltim adalah masalah kekurangan gizi akut atau stunting, terutama pada anak-anak, yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Diharapkan Selaraskan Pembangunan dengan IKN

Stunting dapat berdampak negatif pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, oleh karena itu, Dinkes Kaltim berupaya mencegah dan mengurangi angka stunting di wilayah tersebut. Upaya pencegahan dan penurunan angka stunting memerlukan kerjasama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Tenaga kesehatan di Puskesmas memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan komunikasi perubahan perilaku yang berkualitas kepada keluarga. Pelayanan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan, harapan, dan kondisi masyarakat setempat, terutama kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Pelatihan pelayanan komunikasi perubahan perilaku tersebut diselenggarakan dalam dua angkatan dengan total 66 peserta. Para peserta menerima materi terkait konsep dan prinsip komunikasi, analisis situasi dan sasaran, perencanaan dan penyusunan pesan, strategi dan media komunikasi, serta evaluasi dan pengawasan. Selain itu, peserta juga melakukan praktik komunikasi langsung dengan keluarga sasaran di Puskesmas terdekat.

Baca Juga: DPRD Penajam Ajukan Rencana Pembangunan TPI dan SPBN ke KKP

Dinkes Kaltim berharap bahwa para peserta akan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif dalam memberikan pelayanan komunikasi perubahan perilaku setelah mengikuti pelatihan ini. Semoga melalui pelayanan tersebut, masyarakat akan lebih sadar, peduli, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga dapat mencegah dan mengatasi masalah stunting di Kalimantan Timur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.