Kaltim

Yayasan Mitra Hijau Sosialisasikan Mitigasi Perubahan Iklim dan Transisi Energi

Ragil Anggriani | 27 Oktober 2023, 21:01 WIB
Yayasan Mitra Hijau Sosialisasikan Mitigasi Perubahan Iklim dan Transisi Energi

Yayasan Mitra Hijau (YMH) kembali mengukuhkan perannya dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan transisi energi di Indonesia. YMH, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berfokus pada perubahan iklim dan strategi pembangunan rendah karbon atau Low Emissions Development Strategy, terus berkomitmen dalam menjalankan program-program kegiatannya yang berdampak positif pada lingkungan dan masyarakat.

Sejak didirikan pada tahun 2013, YMH telah menjalin kemitraan yang kuat dengan berbagai lembaga internasional, pemerintah, dan perusahaan multinasional. Kemitraan ini menjadi dasar yang kuat bagi YMH dalam melaksanakan dan menerapkan program-programnya, yang berfokus pada mitigasi perubahan iklim dan transisi energi ke arah energi bersih.

Salah satu langkah konkrit yang diambil oleh YMH adalah menjadi anggota konsorsium program IKI JET di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam konsorsium ini, YMH bermitra dengan berbagai lembaga lain, termasuk GIZ, ILO, ITUC, ICSD, dan Wuppertal Institute, untuk menjalankan program Just Energy Transition (JET) atau Transisi Energi Berkeadilan. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa transisi energi di Indonesia dilakukan dengan prinsip keadilan.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka, Calon Cawapres Prabowo yang Belum Urus SKCK

Dalam program ini, YMH memfokuskan upayanya pada pendampingan masyarakat. Mereka percaya bahwa kesiapan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam transisi energi yang adil. Ketika pemerintah dan semua pemangku kepentingan melakukan perubahan ke arah energi bersih, masyarakat perlu memiliki pemahaman dan kesiapan yang cukup. Itulah mengapa pendampingan masyarakat menjadi fokus utama dalam program ini.

Andi Samyanugraha, Direktur Program YMH, menjelaskan bahwa peran media sangat penting dalam menyampaikan isu-isu terkait transisi energi, perubahan iklim, dan energi bersih kepada masyarakat. Dalam Workshop bersama para jurnalis dan serikat media siber di Hotel Horison Samarinda, Andi menekankan pentingnya peran wartawan dalam memberikan informasi yang jelas dan terpercaya kepada masyarakat.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, Dicky Edwin Hendarto, juga menyoroti pentingnya transisi energi berkeadilan sebagai isu utama di abad ke-21. Perubahan iklim, akses energi bersih, dan pembangunan yang berkelanjutan adalah tantangan global yang memerlukan perhatian media yang kuat untuk disampaikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Menggali Potensi Profesi Tukang Las di Balikpapan

Dalam FGD Stakeholders Engagement pada September 2023, teridentifikasi bahwa masih ada kurangnya kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim, terutama terkait penghematan energi dan transisi energi. Ini disebabkan oleh kurangnya informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman wartawan tentang isu-isu tersebut. Oleh karena itu, pelatihan dan edukasi bagi para wartawan menjadi penting.

YMH, dalam upaya sosialisasi dan edukasi, melibatkan awak media di Kalimantan Timur untuk memastikan bahwa pemahaman tentang perubahan iklim dan transisi energi dapat disampaikan secara efektif kepada masyarakat. Keberhasilan transisi energi ke arah yang lebih berkelanjutan sangat tergantung pada pemahaman dan dukungan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan Ketua AJI Kota Samarinda, Nofiyatul Chalimah, para jurnalis media online, pers mahasiswa, dan akademisi perguruan tinggi dalam upaya bersama membangun pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu krusial ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.