Dinas Kesehatan Kalimantan Timur meraih peringkat SKDR tertinggi.

Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) meraih penghargaan terbaik terkait Sistem Peringatan Dini dan Respon Cepat (SKDR) penyakit penyebab kejadian luar biasa (KLB).
Penghargaan ini diserahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam rapat nasional peninjauan SKDR.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim mengatakan: “Iya, Dinkes Kaltim merupakan dinas kesehatan provinsi terbaik di Indonesia dalam hal sistem peringatan dini dan respon terhadap penyakit yang menimbulkan kejadian luar biasa atau kejadian luar biasa”. Jaya Mualimin membenarkan. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menerima penghargaan provinsi atas kinerja terbaik se-wilayah Kalimantan dan terbaik kedua dalam sosialisasi/respon SKDR dalam rapat peninjauan nasional SKDR Tahun 2023 di hotel Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Kamis (21 September 2023).
Penghargaan diserahkan oleh Ketua Kelompok Pemantau Kementerian Kesehatan RI, Dr. Triya Novita Dinihari. Selain Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara juga mendapat penghargaan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang kinerjanya paling baik dalam melaksanakan SKDR tingkat Kabupaten/Kota pada tahun 2023.
Baca Juga: Masih terdapat delapan titik panas di Kalimantan Timur.
SKDR sendiri merupakan sistem yang mampu melacak tren perubahan suatu penyakit menular yang berpotensi menjadi epidemi dan berubah seiring berjalannya waktu dalam kurun waktu beberapa minggu. SKDR memberikan sinyal peringatan (warning) kepada pengelola program jika kasus melebihi nilai ambang batas sehingga mendorong program untuk bereaksi. Peringatan atau sinyal yang muncul di sistem bukan berarti wabah telah terjadi, namun merupakan tahap pra-wabah yang mengharuskan pihak berwenang merespons dengan cepat untuk mencegah wabah.
SKDR diluncurkan dan dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2007 dengan sistem tanggap peringatan dini “EWARs”. diadopsi dan dimodifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sesuai dengan karakteristik Indonesia dengan tujuan mencapai tindakan atau respons cepat terhadap kemungkinan atau munculnya suatu epidemi. Sistem ini bekerja dengan melacak tren perkembangan potensi wabah penyakit menular/KLB dari waktu ke waktu selama periode mingguan.
Baca Juga: Kabupaten Penajam memberikan kuota 2% khusus bagi penyandang disabilitas.
Kesadaran dan respons dini terhadap penyakit yang menyebabkan kejadian tidak biasa sangat penting untuk melindungi masyarakat dari potensi ancaman kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









