Kurangi Volume TPA Manggar, Tiap Kelurahan Di Balikpapan Bakal Daur Ulang Sampah Sendiri

AKURAT.C Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memprogramkan pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU) guna mengurangi volume sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar.
PDU ini nantinya akan dibangun di setiap kelurahan. Sehingga seluruh kelurahan dapat mengurangi atau mereduksi volume sampah yang akan masuk ke TPA Manggar. Apalagi diketahui TPA Manggar diprediksi akan penuh pada tahun 2026 mendatang.
"Sampah habis di kelurahan, sehingga yang masuk ke TPA juga sedikit dan masa pakainya (TPA) makin panjang," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Rabu (7/6/2023).
Fungsi utama dari dibangunnya PDU di tiap kelurahan ini, nantinya akan dapat memilah berbagai jenis sampah, baik organik dan anorganik serta jenis sampah lainnya. Kemudian, apabila memiliki nilai ekonomi, maka sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan kembali dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.
"Nanti residunya itu lah yang akan masuk ke TPA, kalau sekarang kan tidak, semua (jenis sampah) masuk ke TPA," katanya.
Hal ini mengakibatkan jumlah volume sampah yang juga terus meningkat, seiring dengan pertambahan penduduk yang juga terjadi di Kota Balikpapan. "Sehingga volume sampah yang banyak dan tertumpuk di TPA, diharapkan itu bisa dikurangi melalui program PDU ini sampai 21 persen," harapnya.
"Sampai 2025 ini, targetnya bisa berkurang sampai 30 persen," tambahnya.
PDU ini akan disiapkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan untuk memfasilitasi proses pemilahan sampah di lingkungan masyarakat atau dari hulunya. Tempat, sarana dan prasarananya akan dilengkapi. Dana pembangunannya juga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan.
Dalam pelaksanaannya, sudah ada PDU yang telah berfungsi, yakni berlokasi di Kelurahan Gunung Bahagia. Walaupun, dalam perjalanannya juga belum berjalan secara maksimal. Rencana pembangunan PDU juga akan dilaksanakan di Kelurahan Graha Indah.
"Yang diolah baru sampah plastik dan kertas, nanti mungkin akan dikembangkan untuk sampah organiknya untuk menjadi pupuk. Yang di Graha Indah, tahun ini baru disiapkan DEDnya," papar Sudirman.
"Organiknya dijadikan pupuk, plastik atau anorganik ini bisa diolah menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomis," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






