Disternak: Hewan Kurban Yang Masuk Kaltim Wajib Pakai Penanda Telinga

AKURAT.CO Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur memastikan hewan kurban yang masuk akan dipasang penanda telinga atau ear tag. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Jelang Idul Adha, demi mengantisipasi penyebaran virus PMK yang sempat merebak pada tahun 2022 lalu, salah satu cara untuk memastikan kesehatan dan pendataan hewan kurban melalui pemasangan tanda telinga atau ear tag pada sapi, kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Rabu (7/6/2023).
Dikemukakannya, dengan penandaan atau ear tag berisikan barcode pada telinga. Sali yang sebagian besar berasal dari wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lanjutnya, barcode pada ear tag yang terpasang di yeelinha hewan kurban tersebut, memuat data tentanb vaksiinasi dan kesehatan hewan ternak, hingga data pemilik serta lokasi hewan tersebut berada.
Ia juga menyampaikan, pemasangan ear tag pada hewan kurban dilakukan sejak kedatangan sapi-sapi tersebut dari daerah asalnya, diiromhi dengan pemberian vaksinasi saat dilakukan karantina.
"Jadi teman-teman yang melakukan pemasangan Ear Tag, itu bersama-sama dengan teman-teman yang melakukan vaksinasi yang kedua. Jadi ada yang sudah divaksinasi dilakukan pemasangan Ear Tag, ada yang vaksinasi pertama terus lanjut vaksinasi yang kedua baru dilakukan pemasangan ear tag," ucap Fahmi.
Dijelaskannya, ear tag itu seperti panduan peduli lindungi, di mana akan diketahui apakah hewan tersebut sudah dilakukan vaksin atau tidak, antara lain tanda untuk vaksin pertama, yang kedua atau sudah booster.
Tambahnya, pemantauan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha pada tahun ini dilakukan karena beberapa daerah yang menjadi pemasok utama hewan-hewan kurban di Kaltim, seperti Sulawesi dan NTT tercatat pernah memiliki riwayat kasus PMK.
"Oleh karena itu, melalui penandaan ear tag pada hewan kurban tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim berupaya memastikan kesehatan hewan sebelum sampai di tangan masyarakat" pungkas Fahmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






