Kaltim

Penghasilan Mudah Didapat, Alasan Dibalik Maraknya Praktik Eksploitasi Anak

Arixc Ardana | 3 Juni 2023, 17:35 WIB
Penghasilan Mudah Didapat, Alasan Dibalik Maraknya Praktik Eksploitasi Anak

AKURAT.CO  Masyarakat Kota Balikpapan belakangan mendengar kabar mengejutkan berkaitan dengan sebuah kasus pidana yang menjerat seorang wanita berinisial MS (35).

Diketahui, ia adalah seorang ibu yang memaksa dua orang anak kandungnya yang masih di bawah umur untuk berjualan tisu. Bahkan, anak bungsunya yang masih berusia 1 tahun juga dimanfaatkan untuk menarik simpati masyarakat. MS juga kerap melakukan kekerasan fisik kepada anak-anaknya  apabila mereka tak pulang membawa hasil jualan.

Terungkapnya praktik eksploitasi anak ini membuat sejumlah pihak tak tinggal diam. Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan menduga adanya pola atau pelaksanaan praktik eksploitasi anak yang terstruktur di Kota Beriman.

Menurutnya kemungkinan besar ada pola yang terjadi di masyarakat. Khususnya, pada masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial dan tergolong miskin atau tidak mampu. Sehingga, praktik ini juga terus berlanjut dan tak ada habisnya.

Padahal, Pemerintah Kota Balikpapan juga memiliki sejumlah program yang menjamin keberlangsungan hidup masyarakat miskin. Seperti halnya BPJS Kesehatan kelas 3 gratis, bantuan pangan yang juga bertujuan untuk mencegah stunting, seragam sekolah gratis dan sebagainya.

Bahkan, solusi yang ditawarkan pemerintah ini tak dihiraukan. Sebab masyarakat yang terlibat pada praktik eksploitasi anak ini sudah merasakan kenyamanan dari pendapatan yang mereka peroleh.

"Bisa jadi ini terorganisir, ada pedagang yang menitipkan jualannya, orang tua yang merasa nyaman dengan mengalirnya sumber pendapatan (uang) dan anaknya yang keterusan, bisa jadi memang ada polanya," terang Edy, Sabtu (3/6/2023).

Lebih lanjut, Dinsos akan mengawal kasus-kasus serupa, apalagi dampaknya kepada tumbuh kembang anak memang cukup mengkhawatirkan. Semisal, nantinya anak-anak ini akan lebih memilih mencari uang daripada bersekolah.

Ke depan, dengan pendidikan formal yang tak didapatkan  bisa saja menimbulkan permasalahan sosial lainnya. Utamanya, berkaitan dengan pelanggaran norma sosial di masyarakat, penyalahgunaan obat-obatan atau narkoba, bahkan menjadi seorang kriminal.

Pemkot Balikpapan juga akan memastikan permasalahan ekonomi ini tak lagi mendorong masyarakat untuk mengeksploitasi anak-anaknya. Sebab, hal ini memang bertentangan dengan hukum, yakni Undang-Undang Perlindungan Anak.

Pihaknya akan berupaya untuk memberikan pembinaan dan pelatihan kepada orang tua dengan kondisi keterbatasan finansial dan kompetensi untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak ke depannya. Juga memastikan hak pendidikan formal untuk anak-anaknya tetap didapatkan.

 "Kalau memang tidak ada biaya ya nanti kita kerja sama dengan (stakeholder) yang lain. Kalau perlu biayanya (pelatihan untuk orang tua/pendidikan untuk anak) semua dari pemerintah," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Arixc Ardana
Reporter
Arixc Ardana
B
Editor
Bahar