Kaltim

Budaya Hiburan di Live TikTok: Dari Gimmick Viral hingga Penghasilan Jutaan Rupiah

Ragil Anggriani | 4 Juni 2025, 09:44 WIB
Budaya Hiburan di Live TikTok: Dari Gimmick Viral hingga Penghasilan Jutaan Rupiah

Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena Live TikTok menjelma menjadi salah satu bentuk hiburan digital paling digandrungi di Indonesia. Dari sekadar interaksi sederhana, kini Live TikTok berkembang menjadi budaya hiburan baru, menciptakan ekosistem kreatif yang unik — kadang absurd, sering kali menghibur, dan tak jarang juga kontroversial.

Di balik layar ponsel, ribuan kreator siaran langsung setiap harinya: ada yang menyanyi, menari, bercerita, berjualan, hingga melakukan aksi-aksi nyeleneh demi menarik perhatian. Semua ini menjadi bagian dari budaya hiburan digital era Gen Z dan milenial, dengan algoritma TikTok sebagai “sutradara utamanya”.

Salah satu kekuatan utama Live TikTok adalah keragaman konten. Anda bisa menemukan:

  • Live Musik Akustik & Karaoke: Di mana kreator menyanyi sambil berinteraksi dengan penonton.
  • Live Komedi dan Roleplay: Konten hiburan satir, parodi karakter, atau akting spontan ala sinetron.
  • Gimmick NPC (Non-Playable Character): Di mana kreator bertingkah seperti karakter video game, merespon gift TikTok dengan gerakan atau suara khas. Misalnya, “Thank you ice cream ????!”.
  • Live Curhat dan Cerita Misteri: Format storytelling yang intim, yang membawa penonton hanyut dalam cerita cinta, kegalauan, hingga horor.
  • Live Jualan (Live Shopping): Mempopulerkan sistem “nonton sambil beli”, sering kali diselingi gimmick hiburan agar tidak membosankan.

Baca Juga: UMKM & Pengusaha Pemula Wajib Tahu: Belanja Sekolah Hanya Bisa Lewat SIPLah! Ini Penjelasan Lengkap + Cara Daftarnya di Blibli & Mitra Resmi Lain

Fenomena ini menjadikan Live TikTok tak sekadar platform tontonan, tetapi pertunjukan virtual 24 jam yang siap menghibur kapan pun dan di mana pun.

Bagi sebagian orang, Live TikTok bukan hanya hiburan, tapi juga ladang penghasilan. Penonton bisa memberikan “gift virtual” yang bisa diuangkan oleh kreator. Nilai satu gift bisa mulai dari beberapa ratus rupiah hingga ratusan ribu rupiah — tergantung jenis dan jumlahnya.

Beberapa kreator bahkan mengaku menghasilkan jutaan hingga puluhan juta rupiah per bulan hanya dari siaran live. Semakin menarik atau unik kontennya, semakin tinggi engagement, dan semakin besar potensi income.

“Saya cuma live dua jam sehari, tapi kalau lagi rame bisa dapat 500 ribu sehari dari gift,” ujar Dian Komala (45), konten kreator NPC asal Depok.

Namun, tidak semua konten Live TikTok bersifat positif. Demi mengejar FYP (For You Page) dan perhatian pengguna, beberapa kreator memilih membuat konten ekstrem atau aneh. Contohnya: mandi di ember, makan makanan pedas ekstrem, atau akting dramatis yang cenderung berlebihan.

Kondisi ini memunculkan diskusi hangat soal etika digital, batas konten hiburan, dan dampaknya terhadap remaja. Banyak psikolog dan pengamat budaya digital mengingatkan agar pengguna, terutama anak muda, tetap kritis dan selektif dalam mengonsumsi konten live.

Baca Juga: Judol: Masalah atau Solusi? Fenomena yang Mengguncang Dunia Pendidikan dan Kreativitas Digital

“Kita harus membangun literasi hiburan. Tidak semua yang viral itu sehat dikonsumsi terus-menerus,” ujar Dadang Kurniawan Pelaku Digital Marketing Sosial Commerce.

Di sisi lain, banyak pelaku bisnis dan UMKM juga melihat Live TikTok sebagai strategi pemasaran yang efektif. Interaksi langsung dan fitur “klik untuk beli” menjadikan siaran langsung sebagai alat konversi penjualan yang powerful.

Beberapa brand bahkan merekrut host khusus untuk tampil di live TikTok mereka, membangun hubungan personal dengan audiens, sambil meningkatkan brand awareness.

Berdasarkan data TikTok Indonesia, konten Live berpotensi meningkatkan penjualan hingga 200% bila dikombinasikan dengan promo, gift, dan strategi SEO TikTok seperti penggunaan hashtag populer dan kolaborasi dengan kreator.

Dengan segala kompleksitasnya, Live TikTok kini telah menjadi bagian dari budaya hiburan digital Indonesia. Ini bukan hanya soal tren sesaat, melainkan cermin perubahan pola konsumsi hiburan, interaksi sosial, dan peluang ekonomi di era media sosial.

Baca Juga: Masih Bingung Cara Ikut Proyek BUMN? Begini Cara Ikut Pengadaan Barang dan Jasa di BUMN, Wajib Tahu untuk UMKM dan Pengusaha Pemula!

Bagi pengguna, penting untuk tetap sadar dan kritis dalam menikmati konten. Bagi kreator dan pelaku usaha, Live TikTok adalah panggung virtual yang bisa dimanfaatkan secara kreatif, inovatif, dan tentu saja — etis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.