Kaltim

Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Belum Ajukan Klaim Asuransi

Ahmad Munjin | 12 April 2026, 20:39 WIB
Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Belum Ajukan Klaim Asuransi
Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana (kedua dari kiri) dan Direktur Teknik Tugu Insurance Fadlil Iswahyudi (paling kanan) bersama jajaran PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk dan Kitabisa.org. ANTARA/Asuransi Tugu

AKURAT KALTIM - Dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz belum mengajukan klaim ke PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk alias Tugu Insurance dengan kode emiten TUGU. Ini sebagaimana anak usaha PT Pertamina (Persero) itu melaporkan bahwa belum ada klaim yang diterima oleh perseroan.

Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana menyatakan bahwa pihaknya sebagai penyedia layanan asuransi bagi kedua kapal tersebut terus berkomunikasi dengan Pertamina terkait situasi tersebut.

Baca Juga: Dua Kapal Tanker Pertamina Segera Keluar Hormuz Berkat Respons Positif dari Iran

“Kami selalu berkoordinasi dengan Pertamina kondisi situasinya seperti apa. Semoga (kapal-kapal) ini bisa cepat kembali,” ujar Adi Pramana dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Ia menyatakan peningkatan risiko perjalanan kapal di wilayah Timur Tengah tersebut membuat pihaknya menaikkan sedikit harga premi.

“Untuk perang ini ya pasti ada sedikit peningkatan risiko, jadi ada sedikit penambahan premi. Kami benar-benar support (mendukung) pemerintah full effort (dengan segala upaya) untuk membawa kapal tersebut kembali ke Indonesia,” ucap Adi.

Baca Juga: Hanya 12 Kapal Lewat Selat Hormuz per Hari dengan Biaya Rp34 Miliar

Direktur Teknik Tugu Insurance Fadlil Iswahyudi menyatakan asuransi yang disediakan oleh pihaknya hanya bisa diklaim jika terjadi kerusakan material pada kapal yang diasuransikan, seperti terkena serangan drone, bom, maupun torpedo dari pihak-pihak yang berperang.

Sementara itu, risiko keterlambatan pengiriman barang maupun kedatangan kapal bukan termasuk yang yang dapat diklaim.

Pihaknya pun berharap kedua kapal Pertamina tersebut dapat tiba kembali di Indonesia dengan selamat.

Baca Juga: Asalkan Iran Buka Selat Hormuz, Israel Dukung Gencatan Senjata Sementara

“Basically (pada dasarnya), perang itu nggak di-cover (tidak mendapatkan klaim), kecuali kalau sampai ada torpedo, drone, atau kena bom,” kata Fadlil Iswahyudi.

Menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder per Sabtu (11/4) pukul 17.58 WIB, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.

Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi pada 3 menit yang lalu, sementara Kapal Gamsunoro terdeteksi berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, pada 32 jam yang lalu.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan di Jakarta, Rabu (8/4), bahwa pemerintah masih masih melakukan komunikasi dengan pihak terkait.

Ia menuturkan komunikasi terus dibangun dengan harapan dapat menemukan jalan keluar untuk kedua kapal tersebut saat ada jeda gencatan senjata selama dua pekan di Timur Tengah.

"Dengan adanya jeda dua minggu dari pada eskalasi di Timur Tengah, mudah-mudahan bisa cepat selesai," kata Bahlil Lahadalia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A