Kaltim Siapkan Industri Perikanan Modern di Muara Badak demi Gali Potensi Lokal

AKURAT KALTIM - Sebagai langkah implementasi hasil penggalian potensi lokal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan industri perikanan modern di pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di Muara Badak. Itu juga, sekaligus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
"Muara Badak memiliki sumber daya kelautan dan perikanan sangat besar sehingga berpotensi menjadi lumbung perikanan, maka Pemprov Kaltim berencana membangun klaster industri perikanan modern di kecamatan ini," ujar Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Kukar, Sabtu (14/3/2026).
Sejumlah hasil kelautan dan perikanan di Muara Badak antara lain potensi produksi kerang dara di kawasan ini dapat mencapai 3.800 ton. Sedangkan jenis perikanan yang dihasilkan di kawasan pesisir ini meliputi udang, bandeng, dan kepiting.
Pada 2024 jumlah nelayan di Muara Badak tercatat sebanyak 1.179 orang, kemudian ada 353 pengolah hasil perikanan baik berupa kerupuk ikan, ikan asin, cemilan dari ikan, abon ikan, dan lainnya.
Secara umum, kawasan pesisir Kutai Kartanegara, termasuk Kecamatan Muara Badak, memproduksi udang sebanyak 19.085 ton per tahun, ikan bandeng dengan produksi 6.406 ton, rumput laut 10.626 ton, dan kepiting 2.373 ton. Jumlah ini berpeluang besar ditingkatkan.
Pada Kamis (12/3), saat melakukan Safari Ramadhan di Muara Badak, Seno Aji mengatakan bahwa rencana pembangunan kluster industri perikanan modern di Muara Badak tersebut sebagai langkah untuk menjadikan daerah tersebut sebagai produsen perikanan unggulan.
Ia juga mengatakan bahwa setiap Koperasi Merah Putih bakal mendapat cold storage (ruang pembekuan) agar produksi ikan dan lainnya tidak membusuk, sehingga Koperasi Merah Putih bisa bekerja sama dengan nelayan maupun petani agar hasil panen mereka bisa disimpan lama, tidak takut busuk.
Dalam Safari Ramadhan itu, Seno Aji juga menekankan prioritas Pemprov Kaltim pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan SDM melalui pendidikan gratis S1-S3 bagi sekitar 120 ribu mahasiswa asal Kaltim yang telah ber-KTP minimal 3 tahun.
"Ini merupakan bagian dari Program Gratispol Kaltim. Program gratis lain yang dijalankan di periode ini adalah umroh, insentif untuk marbot masjid, rumah layak huni, dan lainnya," imbuh Seno
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





