Kaltim

Ancaman Kepadatan Lalu Lintas dan Keamanan Pengguna Jalan

Ragil Anggriani | 21 November 2023, 08:50 WIB
Ancaman Kepadatan Lalu Lintas dan Keamanan Pengguna Jalan

Samarinda, Kalimantan Timur - Sungai Kunjang menjadi saksi dari antrian panjang pengisian bahan bakar yang semakin menjadi masalah bagi pengguna jalan. Situasi ini tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga membawa risiko bahaya bagi pengguna jalan akibat interaksi dengan kendaraan besar di area tersebut.

Pernyataan dari Ade Rory Ramadhan, salah seorang masyarakat setempat, menggarisbawahi kekhawatiran terkait dampak antrian panjang ini. "Antrian panjang di Sungai Kunjang sering menyebabkan kecelakaan, karena interaksi kendaraan besar dengan kendaraan kecil menjadi risiko besar bagi pengguna jalan," ungkapnya.

Pemadatan lalu lintas di jam-jam tertentu menjadi akibat dari antrian pengisian bahan bakar yang memakan badan jalan. Masyarakat dan pemimpin setempat menyerukan perlunya campur tangan dari pemerintah terkait dan lembaga legislatif untuk menangani masalah ini.

Baca Juga: Antrean Panjang Pembelian Bahan Bakar di Kalimantan Timur, Bagaimana Dampaknya?

"Permasalahan seperti ini harus segera mendapat penanganan serius dari pemerintah, karena selalu terulang tanpa solusi yang tepat. Masyarakat ingin melihat tindakan yang nyata, terutama dalam menyelesaikan antrian yang mengganggu lalu lintas ini," tegas Rory.

Di sisi lain, ada kecenderungan masyarakat untuk memilih jenis bahan bakar yang lebih terjangkau secara ekonomis. Namun, ini mengakibatkan peningkatan antrian yang berpotensi memperparah situasi.

Dengan intensifikasi antrian dan risiko kecelakaan yang makin tinggi, penanganan dari pihak terkait diharapkan untuk memberikan solusi konkret guna mengatasi permasalahan ini yang sudah menjadi momok bagi para pengguna jalan di area Sungai Kunjang, Samarinda.

Harapannya, tindakan cepat dari pihak terkait akan membantu menyelesaikan masalah ini demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas di Sungai Kunjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.