Kaltim

Kelompok Kesehatan Menahan Laju Inflasi di Kalimantan Timur

Ragil Anggriani | 3 Oktober 2023, 05:22 WIB
Kelompok Kesehatan Menahan Laju Inflasi di Kalimantan Timur

Inflasi di Kalimantan Timur (Kaltim) pada bulan September 2023 mampu ditahan oleh kelompok kesehatan yang mengalami deflasi hingga minus 0,09 persen, sehingga secara keseluruhan provinsi ini mengalami inflasi sebesar 0,12 persen.

Selain kelompok kesehatan, beberapa kelompok lain juga berperan dalam menahan laju inflasi di Kaltim, seperti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok pendidikan, yang semuanya cenderung stabil.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa inflasi Kaltim pada September 2023 yang mencapai 0,12 persen ini berasal dari dua kota yang menjadi acuan Indeks Harga Konsumen (IHK), yaitu Samarinda dan Balikpapan.

Baca Juga: Isran Noor Melepas Jabatan Ketua APPSI, Al Haris Melanjutkan Kepemimpinan

IHK adalah indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur perubahan harga, baik inflasi maupun deflasi, pada tingkat konsumen. Perubahan IHK dari waktu ke waktu mencerminkan pergerakan harga dari berbagai komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

Pada bulan September 2023, terjadi inflasi sebesar 0,19 persen di Kota Samarinda dan inflasi sebesar 0,02 persen di Kota Balikpapan.

Secara keseluruhan, gabungan IHK dari kedua kota tersebut mengalami inflasi karena terjadi peningkatan indeks harga pada tujuh kelompok pengeluaran, antara lain:

Baca Juga: AMKB Minta Pemprov Tegas Beri Sanksi Perusahaan Aplikasi yang Tak Patuh Regulasi

  • Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau : Inflasi sebesar 0,32 persen.
  • Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan : Inflasi sebesar 0,21 persen.
  • Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga : Inflasi sebesar 0,17 persen.
  • Kelompok Pakaian dan Alas Kaki : Inflasi sebesar 0,15 persen.
  • Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Inflasi sebesar 0,04 persen.
  • Kelompok Transportasi:Inflasi sebesar 0,03 persen.
  • Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: Inflasi sebesar 0,03 persen.

Baca Juga: APT Pranoto Membuka Rute Penerbangan Baru ke Makassar: Kemajuan Transportasi Bagi Masyarakat Samarinda

Yusniar Juliana juga menyampaikan bahwa pada September 2023, dari 90 kota yang diawasi dalam IHK nasional, sebanyak 73 kota mengalami inflasi dan 17 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,41 persen, sementara inflasi terendah sebesar 0,02 persen terjadi di Balikpapan. Di sisi lain, deflasi terdalam terjadi di Manokwari sebesar 1,70 persen, dan deflasi terendah sebesar 0,03 persen terjadi di Denpasar.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi inflasi di daerah, pemantauan dan tindakan yang tepat dari pihak berwenang terus diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan harga-harga yang terkendali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.