Pelajari tentang kain Batik khas Kalimantan Timur.

Batik khas Kalimantan Timur kini menjadi salah satu variasi batik yang banyak digemari. Dengan desainnya yang beragam dan tampilannya yang sangat anggun, tak heran jika kain batik jenis ini banyak dicari oleh banyak kalangan. Mereka yang menyukai busana tradisional pasti bisa menambahkan batik Kalimantan Timur ke dalam koleksinya.
Nah berbicara mengenai batik, rasanya menarik jika mengetahui nama batik kalimantan timur dan filosofinya. Pengetahuan mengenai keduanya tentu akan menambah pemahaman Anda mengenai keragaman budaya.
Penasaran dengan batik khas Kalimantan Timur ini?
Baca Juga: Harga BBM terkini per 1 Oktober 2023 di Kaltim tanpa subsidi semakin mahal.
Sejarah Singkat Batik Kalimantan Timur
Sejarah batik di Kalimantan Timur tidak terlepas dari budaya rakyatnya. Semua berawal dari kisah seorang putri perantauan bernama Putri Junjung Buih. Ia menawarkan beberapa syarat pernikahan kepada raja Patih Lambung Mangkurat yang ingin melamarnya. Raja Patih Lambung Mangkurat harus memenuhi dua syarat untuk menikahi Putri Junjung Buih. Persyaratan ini berkaitan dengan produksi kain tenun dan calap (kain celup). Pembuatan kainnya bisa dilakukan dalam satu hari.
Dalam proses tersebut, Raja Patih Lambung Mangkurat dibantu oleh 40 orang putrinya. Terakhir menjadi kain tenun dengan desain Wadi dan Padi Waringin. Tekstil ini lebih dikenal dengan nama batik calapan atau batik sasirangan.
Dari cerita inilah batik mulai berkembang di wilayah Kalimantan Timur.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi X DPR RI menekankan perlunya menghindari perundungan di sekolah.
Ciri Ciri Batik Kalimantan Timur
Secara umum batik asal Pulau Kalimantan mempunyai corak dan desain yang tidak jauh berbeda. Namun setiap daerah, seperti Kalimantan Timur, mempunyai ciri khasnya masing-masing. Keistimewaan tersebut terletak pada penggunaan warna yang berbeda-beda seperti oranye, hijau, pink dan merah.
Makna motif batik Kalimantan Timur tentunya terinspirasi dari budaya suku Dayak.
Akan sangat jelas terlihat bahwa desain batik mengekspresikan pandangan dan filosofi tentang alam dan dunia disekitarnya. Desain batik bermacam-macam, mulai dari hewan dan tumbuhan hingga bunga dan masih banyak lagi.
Ciri khas lain dari batik Kalimantan Timur adalah teknik membatiknya. Pembuatan kain batik pada umumnya masih menggunakan teknik tenun. Cara ini masih banyak digunakan oleh para perajin batik. Memang budaya batik di wilayah Kalimantan berawal dari tekstil.
Model dan Filosofi Batik Kalimantan Timur
Di antara berbagai corak batik khas Kalimantan Timur, ada beberapa yang cukup terkenal. Berikut beberapa batik yang terkenal dan populer diantaranya :
1. Pola Batang Garing.
Pola batang rapuh merupakan pola yang melambangkan pohon kehidupan. Bentuk pola ini menyerupai kerucut seperti ujung tombak. Menurut kepercayaan Dayak, batang pohon yang rapuh melambangkan Dewa Ranying sebagai Mahatala Surga atau pencipta segala makhluk hidup. Gunakan kombinasi warna merah dan hitam. Menjadikan tampilan pola batik badan jaring menjadi indah dan menarik. Dikombinasikan dengan lekukan pola yang simetris. Motif batik seperti ini juga mudah ditemukan pada relief etnik Dayak.
2. Pola Mandau
Pola mandau merupakan pola batik yang melambangkan senjata tradisional suku Dayak. Pedang merupakan senjata yang sering digunakan dalam upacara adat atau pertunjukan budaya dan seni. Inilah senjata suku Dayak yang mempunyai nilai sakral dan tidak semua orang memilikinya.
Bisa dikatakan model batik ini terkenal dengan ukiran khusus pada bagian gagang, bilah, dan sarungnya. Membuat model mandau hampir mirip dengan pedang aslinya. Layarnya yang bermotif juga terlihat lebih solid dan unik dengan kombinasi warnanya yang cerah.
Baca Juga: Polresta Samarinda menangkap ayah dan anak tirinya usai melakukan penikaman.
3. Motif Burung Enggang
Sesuai dengan namanya, motif burung enggang terinspirasi dari satwa liar asli Pulau Kalimantan. Burung enggang dianggap oleh suku Dayak sebagai simbol kehidupan dan kesetiaan. Banyak patung suku Dayak yang menggambarkan burung ini. Dalam pemodelan batik, burung enggang dibuat dengan berbagai macam gaya. Ada yang motif burungnya bening, ada pula yang motifnya bercampur dengan motif lain. Dipadukan dengan kombinasi warna yang tepat, corak burung enggang terlihat semakin cantik.
4. Model Shaho
Berbeda dengan motif batik khas Kalimantan Timur lainnya, motif shaho terinspirasi dari akar dan dahan pohon yang melilit. Bentuk seperti spiral atau lingkaran sering digunakan dalam berbagai lukisan dan patung Dayak.
Perpaduan warna yang kontras dan cerah membuat tampilan model shaho menjadi menarik. Model batik ini sangat terkenal dengan pahatan khas suku Dayak. Ditambah lagi variasi ukiran pada motif shaho. Pembuatan batik Kalimantan Timur dengan motif ini semakin digemari.
5. Motif bangau perak
Pola bangau perak juga merupakan pola batik yang terinspirasi dari fauna endemik pulau Kalimantan. Model ini juga bertujuan untuk mengapresiasi keindahan luar bangau perak. Pola tersebut juga menggambarkan ciri khas batik Kalimantan Timur.
Perpaduan pola bangau perak dengan pola hias ukiran khas suku Dayak membuat tampilan pola ini semakin indah dan mempesona. Selain itu, kombinasi warnanya pas dan tidak terlalu berlebihan.
Baca Juga: Sri Wahyuni mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan Pancasila.
6. Model Tengkawang Ampiek
Pola tengkawang ampiek merupakan pola batik asal Kalimantan Timur yang menggambarkan ukiran kayu. Nama pola ini diambil dari bahasa Kutai dimana tekwang merupakan tanaman meranti berwarna merah. Sedangkan ampiek artinya ukiran kayu. Penampakan pola ampiek tengkawang pada dasarnya merupakan gambar ukiran kayu khas suku Dayak. Selain itu, penggunaan pewarna batik berwarna cerah pada polanya membuat tampilan semakin cantik dan unik.
Demikian ulasan berbeda mengenai perbedaan corak batik khas Kalimantan Timur dan filosofinya. Tidak hanya corak batik saja yang indah dan menarik. Ternyata dibalik pemilihan corak terdapat makna yang dalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









