Kaltim

Relaunching Desa Wisata Mattabulu, Tim Sipatokkong Unhas Tunjukkan Dampak Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi

Eko Krisyanto | 9 September 2025, 11:23 WIB
Relaunching Desa Wisata Mattabulu, Tim Sipatokkong Unhas Tunjukkan Dampak Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi

AKURAT.CO - Soppeng -  Tim Sipatokkong dari Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kegiatan Relaunching Desa Wisata Mattabulu. Bertempat di kawasan wisata Lembah Cinta, Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Minggu (7/9/25).

Dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Soppeng, Alia Warjuni STP MSi serta Kapolres juga Dandim Soppeng, AKBP Aditya Pradana SIK MIK dan Letkol Inf Reinhard Haposan Manurung SPd. Serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lalabata, Soppeng, H Muh Saleh SPt.

Pembukaan kembali desa wisata ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, H Andi Muhammad Farid SSos dan Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi PhD. Dalam rangka implementasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), kegiatan ini menjadi puncak dari agenda pengabdian Tim Sipatokkong.

Baca Juga: Pemprov Kaltim PKS kuliah gratis dengan tujuh universitas lokal

Dalam kesempatannya, Ketua Tim, Andi Alif Raihan Analta mengatakan kegiatan yang menekankan revitalisasi kawasan wisata sekaligus pemberdayaan masyarakat ini berhasil menghadirkan produk nyata serta alat mitigasi bencana yang berguna bagi warga setempat.

"Pengabdian yang menitikberatkan pada revitalisasi kawasan wisata dan pemberdayaan warga ini telah menghadirkan produk nyata sekaligus alat mitigasi bencana," ucapnya.

Lebih lanjut, dalam wawancaranya, Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi PhD, menyatakan program relaunching ini penting karena membangun kesadaran warga bahwa desa wisata bukan hanya soal objek wisata, melainkan sebuah ekosistem yang melibatkan masyarakat dan berdampak pada ekonomi lokal.

“Desa wisata itu tidak hanya menawarkan objek wisata tapi sebuah ekosistem, dimana selain objek wisata, masyarakatnya juga sadar dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian,” ujarnya saat diwawancara, Minggu (7/9/25).

pendidikanBaca Juga: Judol: Masalah atau Solusi? Fenomena yang Mengguncang Dunia Pendidikan dan Kreativitas Digital

Abdullah mengapresiasi hasil nyata yang ditunjukkan tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, termasuk peta bencana, peta kondisi sosial, dan alat deteksi bencana. Menurutnya, hasil kerja tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi.

Produk olahan seperti brownies crispy dan lilin aromaterapi juga dinilai mampu menambah nilai bagi produk lokal seperti gula merah, kopi, dan madu, sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, H Andi Muhammad Farid SSos, mengungkapkan harapan besar agar momentum relaunching menjadi awal keberlanjutan program. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat bahwa pengembangan pariwisata akan berdampak signifikan pada perekonomian lokal.

“Kita berharap ini berkelanjutan terutama dalam sektor pariwisata. Kalau pariwisata berkembang maka akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Terkait aspek keselamatan, DPRD dan masyarakat melihat alat deteksi bencana yang dikembangkan tim sebagai kebutuhan penting. Farid berharap alat tersebut dirawat, dikembangkan, dan dapat disosialisasikan ke daerah lain di Soppeng agar keselamatan warga lebih terjamin.

“Saya sangat mendukung kegiatan adik-adik yang dilakukan untuk kepentingan dan perkembangan masyarakat. Apapun yang kalian lakukan dan untuk masyarakat itu saya sangat dukung,” ungkap Farid.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
A