Mengatasi GERD dengan Bijak: Diet Sehat untuk Redakan Gejala Refluks Asam

Senin, 15 Januari 2024 - Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit refluks gastroesofageal merupakan kondisi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, sering kali menyebabkan gejala yang mengganggu seperti mulas. Pada dasarnya, penyakit ini terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah (LES) melemah atau rusak, yang seharusnya berfungsi menutup untuk mencegah aliran balik makanan ke kerongkongan.
Salah satu pendekatan untuk mengatasi GERD adalah melalui pola makan yang bijak. Jenis makanan yang Anda konsumsi dapat memengaruhi jumlah asam yang diproduksi oleh lambung. Oleh karena itu, mengadopsi diet yang tepat adalah kunci untuk mengendalikan refluks asam.
Sebuah laporan dari Healthline.com merekomendasikan beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengelola gejala refluks asam:
-
Sayuran: Pilih sayuran rendah lemak dan gula seperti kacang hijau, brokoli, asparagus, kembang kol, sayuran hijau, kentang, dan mentimun.
-
Jahe: Dikenal dengan sifat anti-inflamasi alaminya, jahe dapat menjadi obat alami untuk masalah pencernaan seperti GERD.
-
Oatmeal: Oatmeal adalah sumber serat yang baik, yang terkait dengan risiko refluks asam yang lebih rendah. Pilihan serat lainnya termasuk roti gandum dan nasi gandum.
-
Buah non-jeruk: Buah-buahan non-jeruk seperti melon, pisang, apel, dan pir cenderung tidak memicu gejala refluks.
-
Daging dan Makanan Laut Tanpa Lemak: Daging tanpa lemak, ikan, dan makanan laut rendah lemak dapat mengurangi gejala refluks asam.
-
Putih Telur: Pilih putih telur sebagai sumber protein dan batasi kuning telur yang tinggi lemak.
-
Lemak Sehat: Sumber lemak sehat seperti alpukat, kenari, biji rami, minyak zaitun, minyak wijen, dan minyak bunga matahari dapat menjadi alternatif yang baik.
Meskipun ada makanan yang dapat membantu meredakan gejala GERD, setiap orang perlu memahami bahwa tidak ada satu makanan pun yang dapat menyembuhkan kondisi ini sepenuhnya. Keputusan untuk mencoba makanan tertentu harus didasarkan pada pengalaman pribadi masing-masing.
Baca Juga: Polres Kutai Barat Berhasil Mengamankan Pelaku Pengetapan BBM Bersubsidi
Makanan yang Harus Dihindari:
Beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari oleh penderita GERD mencakup alkohol, kafein, minuman berkarbonasi, cokelat, buah jeruk dan jus, tomat, bawang putih, daun mint, bawang, makanan pedas, makanan berlemak, dan makanan yang digoreng. Makanan dan minuman ini dapat memperburuk gejala dengan berbagai mekanisme, termasuk mengendurkan LES dan meningkatkan keasaman perut.
Dengan memahami bagaimana makanan dapat memengaruhi GERD, penderita dapat secara aktif mengelola kondisinya melalui perubahan pola makan yang tepat. Tetapi, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum membuat perubahan signifikan dalam diet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







