Kaltim

Pengaturan Baru Selat Hormuz, Iran-Oman Finalisasi Kesepakatan

Ahmad Munjin | 6 Agustus 2026, 10:12 WIB
Pengaturan Baru Selat Hormuz, Iran-Oman Finalisasi Kesepakatan
Foto arsip ini menunjukkan Selat Hormuz, Iran, Rabu (19/2/2025). ANTARA/Xinhua/Wang Qiang

AKURAT KALTIM - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional Kazem Gharibabadi menyatakan, Iran dan Oman melakukan finalisasi kesepakatan pengaturan baru pelayaran di Selat Hormuz. Itu terungkap dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran, IRNA, yang dipublikasikan pada Rabu (5/8/2026).

Dikatakan, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan secara prinsip mengenai hampir semua isu terkait, termasuk peta rute masuk dan keluar, setelah menjalani konsultasi selama lebih dari tiga pekan.

Baca Juga: Sembari Ancam Iran, Trump Segera Buka Selat Hormuz

Menurutnya, kesepakatan yang mungkin tercapai itu tidak berarti selat tersebut akan dibuka kembali sepenuhnya.

Gharibabadi membantah klaim Amerika Serikat (AS) mengenai negosiasi dengan Iran, dengan mengatakan bahwa Teheran telah menerima pesan dari Washington yang menyatakan kesiapan untuk kembali ke komitmen di bawah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada Juni.

Baca Juga: AS Siap Lanjutkan Dialog dengan Iran Bikin Harga Minyak Turun

Sementara itu, seorang sumber tepercaya yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengatakan kepada kantor berita semiresmi Iran, Fars, bahwa pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada pelaksanaan komitmen AS yang nyata. Dia menambahkan bahwa pencabutan sanksi oleh Departemen Keuangan AS terhadap sebuah maskapai penerbangan Irak pada Rabu tidak terkait dengan MoU Iran-AS.

Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari dengan melarang perlintasan aman bagi kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut ke wilayah Iran.

Baca Juga: Bahas Selat Hormuz dengan Oman, Iran Bantah Berunding dengan AS

Militer AS melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap target-target di Iran pada bulan lalu, dengan menyatakan bahwa gelombang serangan tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan bertujuan untuk "melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial."

Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Sumber: Xinhua

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A